-->

Nonton Anime Seirei Gensouki Season 1 Bahasa Indonesia

Sinopsis Seirei Gensouki (Spirit Chronicles) – Menceritakan tentang anak bernama Rio yang selalu direndahkan karena dirinya berasal dari keluarga miskin.

Nonton Anime Seirei Gensouki Sub Indo

Tidak berhenti sampai disitu saja, dikarenakan Rio tidak bisa menggunakan sihir membuat dirinya selalu diremehkan oleh para murid disekolahan.

Namun siapa sangka ternyata identitas asli dari Rio ini adalah anak seorang raja dan juga penyihir terkuat dikarenakan bisa menggunakan teknik roh atau spirit.

Tambahan info: teknik spirit atau roh itu jauh lebih kuat daripada kekuatan sihir, karena teknik spirit berasal dari sumbernya, sedangkan kekuatan sihir itu berasal dari energi alam atau mana.
Sebelum menuju ke alur cerita utamanya mari kita bahas mengenai Backstory dari anime Seirei Gensouki terlebih dahulu, kenapa Rio tuh bisa kuat, pintar, dan juga jenius meskipun dirinya merupakan anak yang terlantar.

Tepat beberapa tahun yang lalu pada Negara Jepang terdapat dua anak kecil bernama “Amakawa, Haruto” dan juga “Ayase, Miharu” dimana mereka berdua merupakan teman sedari kecil atau yang biasa disebut sebagai “Osananajimi”.

Namun dikarenakan kedua orang tuanya Haruto bercerai membuatnya terpaksa harus pindah rumah, mengetahui bahwa dirinya harus berpisah dengan Haruto membuat Miharu pun seketika langsung menangis.

Agar supaya Miharu tidak sedih, Haruto pun berjanji;

“Jika mereka berdua udah besar, maka Haruto akan menikahi si Miharu”

Tentu dong setelah mengetahui akan hal itu dan karena juga cinta sama Haruto, Miharu pun langsung menyetujuinya.

Beberapa tahun pun telah berlalu, ketika udah besar atau lebih tepatnya pas SMA tak disangka Haruto ini satu sekolahan dengan Miharu.

Namun sayang janji manis yang dibuat sewaktu masih kecil terasa sangat pahit ketika melihat kenyataan yang ada, bagaimana tidak?

Ketika disekolah tidak sengaja Haruto melihat Miharu yang sedang berduaan mesra dengan pria lain, lebih parahnya lagi setelah 3 tahun di SMA, Miharu sama sekali tidak pernah menemui Haruto layaknya menghilang seperti ditelan bumi.

(Apakah Miharu udah lupa sama Haruto atau lebih memilih bersama pria lain? Simak aja terus pokoknya ya!)

Ingin melupakan segalanya sewaktu di universitas, Haruto selalu belajar dengan keras agar supaya bisa melupakan wanita yang ia cintai, Haruto juga selalu berlatih pedang bersama kakeknya sendiri.

Pada suatu hari ketika ingin pergi berangkat kuliah, Haruto melihat 2 wanita yang selalu naik bus sama seperti dirinya, yep kedua wanita ini merupakan orang yang suka atau ngefans sama Haruto.

Namun sayang ketika dalam perjalanan bus yang ditunggangi oleh mereka mengalami kecelakaan akibat supir bus yang pingsan dikarenakan mengantuk.

Mengingat bus yan ditunggangi hancur lebur membuat Haruto dan kedua gadis itu pun meninggal dunia, namun untungnya berkat sihir pemanggil membuat jiwa mereka bertiga berpindah ke dunia lain atau yang lebih kita kenal sebagai Isekai.

(Oh iya, entah gimana ceritanya si Supir bus ini masih hidup, jadinya gak ikut kebawa ke Isekai)

Seperti yang saya bilang tadi bahwa jiwa atau ingatan Haruto itu berpindah dan bukan bereinkarnasi, kalau bereinkarnasi itu kan mulai dari bayi atau 0 kan? Kalau kasusnya Haruto jiwa atau kesadaran atau ingatanya itu masuk kedalam tubuh seorang anak yang bernama Rio.

(Tapi ya biar mudah dipahami, kita anggap aja bahwa Haruto itu bereinkarnasi menjadi Rio)

Itu adalah backstory dari anime Seirei Gensouki atau kalau dalam Bahasa Inggris adalah Spirit Chronicles, tanpa basi-basi lagi mari kita langsung menuju ke alur cerita utamanya.

Menceritakan tentang seorang anak bernama Rio yang saat ini tinggal berdua bersama ibunya, rumor mengatakan bahwa Ayahnya Rio meninggal akibat dibunuh oleh teman dekatnya sendiri.

Ibunya ini bernama: “Karasuki, Ayame”

Sewaktu masih kecil ibunya berjanji bahwa akan membawa Rio ke kampung halamanya yang bernama “Yagumo”.

Namun sayang sebelum menepati janjinya terdapat seseorang misterius yang langsung membunuh Ibunya Rio tepat didepan mata anaknya, tentu melihat ibunya yang terbunuh membuat Rio pun seketika langsung membatu akibat ketakutan.

Namun ajaibnya, Rio berhasil selamat dari seseorang misterius yang telah membunuh ibunya sendiri hingga sampailah Rio pada sebuah daerah yang sangat kumuh.

Karena sudah tidak memiliki orang tua dan juga kerabat memaksa Rio harus menjalani hidup dengan sangat amat kerasnya, hingga pada suatu hari ketika sakit demam, ingatan atau jiwa milik Haruto pun masuk ke dalam tubuh milik Rio ini.

Pada awalnya Haruto merasa kebingungan kenapa dirinya bisa berada pada tubuh Rio, namun sayang ketika ingin berfikir terdapat 3 om-om yang langsung mengusir Rio mengingat tubuh Rio ini sangatlah bau.

(pergi deh keluar rumah)

Sedikit gambaran “Desa atau Daerah Kumuh” merupakan tempat tinggal para penduduk ekonomi kelas bawah dimana rata-rata penduduknya merupakan sekelompok kriminal termasuk ke-3 om-om yang mengusir Rio tadi.

Terlepas dari itu ketika selesai mandi secara tiba-tiba terdapat 4 wanita yang langsung menghampiri Rio, tujuan mereka datang kemari yakni ingin bertanya kepada Rio;

“Apakah dirinya melihat seorang anak kecil berambut ungu?”

Dikarenakan Vanessa bertanya dengan nada nge-gass, Rio pun juga memberikan jawaban nge-gass bahwa dirinya tidak tahu akan hal itu.

Akan tetapi suasana nge-gass itu berubah ketika wanita cantik bernama “Celia Claire” bertanya secara lembut dengan si Rio, namun sayang bahwa Rio benar-benar tidak tahu akan anak yang dimaksud.

Rio pun menyarankan sebaiknya mereka semua pergi dari sini mengingat desa kumuh merupakan tempat dimana para kriminal berkumpul, jikalau tetap mau melanjutkan pencarian setidaknya mereka menggunakan pakaian kusut biar para penduduk desa tidaklah curiga.

Untuk jaga-jaga Celia menggunakan sihir “Area” bertujuan untuk mendeteksi mana atau daya sihir pada tubuh seseorang, namun bukanya menemukan gadis yang dicari melainkan Celia mendeteksi mana yang sangat besar pada tubuh milik Rio ini~

Sebelum pergi sebagai ucapan terimakasih atas saranya, Celia pun memberikan Rio beberapa biji koin kripto.

(pergi deh)

Melihat koin kripto yang diberikan terlalu banyak, Rio pun langsung segera pulang ke rumah kalau terus diluar maka bisa aja Rio terbunuh akibat membawa koin kripto yang terlalu banyak.

Namun tak disangka ketika masuk ke rumah secara tiba-tiba terdapat seseorang yang langsung menusuk Rio tepat pada bagian jatungnya, mengira bahwa dirinya telah mati ehh ternyata pisau itu terkena koin kripto yang diberikan oleh Celia.

Ketika Rio akan dieksekusi secara tiba-tiba terdengar suara wanita yang langsung memanggil nama “Haruto”, yep dia adalah spirit atau roh tingkat tinggi yang nantinya akan menemani Rio dalam baku hantam.

Mengetahui bahwa Rio atau Haruto sedang dalam bahaya dengan cepat wanita roh ini langsung mengajari Rio tentang “Od” beserta bagaimana cara menggunakan sihir.

Buat yang belum tahu “Od” itu energi kehidupan atau esensi dari sihir itu sendiri, ilang deh rohnya!

(Lah kenapa kok hilang?)

Meskipun wanita roh tadi merupakan roh tingkat tinggi akan tetapi kekuatanya masih belum bangkit sepenuhnya, atau masih tertidur lah jadinya cuman bisa muncul sebentar.

Dan benar saja berkat diajari teknik roh dan Haruto juga menguasai seni bela diri seketika membuat Rio pun langsung menjadi sang petarung sejati.

Bahkan bermodalkan beberapa menit aja si penjahat ini dapat dikalahkan dengan sangat amat mudahnya.

(buat yang bingung jadi Rio dan Haruto itu sama aja)

Dan alasan kenapa si penjahat ini berniat ngebunuh yakni 3 om-om tadi itu terlibat dengan kasus penculikan putri kerajaan yang bernama “Flora”

(Yep, putri Flora merupakan gadis yang dicari oleh Celia dan kawan-kawan)

Tapi ya tetap ke-3 om-om ini hanya dimanfaatin dan dibunuh agar supaya tidak ada saksi mata, dan penjahat atau penculik sebenarnya yakni orang yang dihajar sama si Rio ini.

Tepat setelah selesai baku hantam terdengar suara teriakan didalam karung, setelah dibuka ternyata dalam karung tersebut terdapat putri Flora selaku putri dari kerajaan Beltram.

Mengingat Celia tadi bersikap baik Rio pun ingin mengembalikan Putri Flora kepada mereka, namun sayang ketika dikembaliin bukanya terimakasih justru Rio malah langsung ditampar oleh “Cristina” akibat mengira bahwa Rio adalah seorang penculik.

Dikarenakan Cristina dan Flora merupakan putri kerajaan membuat Rio harus ditangkap dan dibawa ke kerajaan Beltram untuk segera diintrogasi, siapa tau Rio juga terlibat atas insiden penculikan, dibawa deh.

Diwaktu yang sama setelah Putri Flora ketemu semua pasukan kerajaan langsung menahan beberapa orang yang sekitarnya terlibat salah satu diantaranya adalah orang yang dibuat pingsan oleh si Rio.

Ketika dibawa menuju ke kerajaan secara tiba-tiba kang penjahat ini mati akibat mengalami kerusakan pada jatungnya~

(Lah kenapa kok bisa seperti itu? Simak aja terus pokoknya ya!)

Sesampai dikerajaan bukanya diintrogasi baik-baik ehh Rio ini malah langsung disiksa oleh wakil kapten ksatria bernama “Charles Arbor”.

Alasan kenapa Charles menyiksa Rio yakni bertujuan untuk mengembalikan reputasi ksatria sekaligus memaksa Rio untuk berkata bahwa dirinya adalah seorang penculik, ya intinya biar reputasi pasukan kerajaan jadi naik lah.

Padahal “Vanessa” selaku ketua pasukan menyuruh Charles untuk mengintrogasi Rio secara baik-baik saja.

Namun dikarenakan Rio bukan pelaku meskipun disiksa dirinya justru terdiam sambil mengeluarkan emot batu, disiksa terus deh sampai mau ngaku!

Disisi lain setelah beberapa jam lamanya akhirnya Putri Flora pun tersadar dari pingsanya, penasaran tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan cepat Vanessa pun langsung memberitahu akan kronologi kejadianya.

Mengetahui bahwa Rio selaku penyelamatnya malah diintrogasi dengan cepat Flora meminta Vanessa untuk membawanya datang kemari.

(pergi deh ke ruang introgasi sama Celia)

Melihat Rio yang babak belur dengan cepat Celia meminta para pasukan untuk segera membebaskanya, pada awalnya Charles Arbor menolak untuk membebaskan Rio karena siapa tau bahwa Rio merupakan komplotan dari para penculik.

Akan tetapi ketika Vanessa bilang bahwa Rio adalah penyelamat bagi putri Flora, dibebasin deh.

Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya Rio pun tersadar dari pingsanya, berkat sihir penyembuh milik Celia membuat tubuhnya Rio yang tadinya babak belur seketika langsung sembuh tanpa meninggalkan luka satu gores pun.

Meskipun semua itu bukan salahnya akan tetapi Celia langsung meminta maaf kepada Rio, setelah minta maaf Celia bilang;

“Dikarenakan Rio telah menyelamatkan Putri Flora, maka Rio berhak mendapatkan sebuah hadiah dari sang raja”

Mengingat di dalam tubuh Rio terdapat Haruto selaku orang dewasa, sebelum pergi menemui raja Beltram, Rio pun meminta Celia untuk mengajarinya tentang sopan santun ala bangsawan, dan dengan senang hati Celia pun akan mengajarinya~

Dan benar saja setelah belajar sebentar, Rio yang tadinya terlihat gembel seketika langsung berubah menjadi pria tampan layaknya anak bangsawan pada umumnya.

Tentu dong melihat pria yang telah menyelematkanya membuat Flora pun merasa bahagia sementara kakaknya yang bernama Cristina justru malah membenci si Rio ini.

Terlepas dari itu dikarenakan Rio telah menyelamatkan putri raja sebagai ucapan terimakasih, Rio mendapatkan beasiswa untuk bersekolah pada akademi sihir terbaik pada kerajaan Beltram.

Dan dengan senang hati Rio pun menerima akan tawaran itu!

Hari pun berganti sebelum masuk ke kelas Celia-sensei pun berpesan bahwa mungkin Rio akan dibully mengingat dirinya bukan merupakan anak bangsawan, namun dikarenakan pada tubuh Rio terdapat Haruto selaku orang dewasa.

Maka mau dibully atau dikatain mah juga bodo amat, toh yang ngatain juga masih bocah SD, dalam pikirnya.

Dan benar saja setelah memperkenalkan diri, Rio pun langsung dibully oleh beberapa murid dikelas, entah dikatain gak bisa baca lah, anak miskin lah, wibu nolep lah dan lain sebagainya.

Tapi ya tetap meskipun dibully si Rio ini tetap “Biasa aja”.

Hari pun menjadi sore sesuai janji sepulang sekolah, Rio pun pergi ke tempat Celia-sensei bertujuan untuk belajar membaca, menariknya meskipun sudah menjadi seorang guru pada kenyataanya Celia-sensei itu baru berumur 12 tahun atau 2 tahun lebih tua dibanding dengan si Rio.

(Lah kenapa kok bisa seperti itu?)

Dikarenakan Celia merupakan anak yang cerdas dan juga jenius dalam menggunakan sihir membuat dirinya langsung lulus ketika berada pada bangku SD, terlepas dari itu setelah diajari membaca huruf oleh Celia-sensei.

Rio pun juga langsung bisa membaca bahkan bisa melakukan perhitungan dengan sangat amat cepatnya, padahal di akademi sihir hanya Cristina saja yang bisa melakukan perhitungan seperti perkalian, pembagian, dan lain sebagainya.

Dan yep, hal ini dikarenakan Haruto merupakan seorang mahasiswa dimana melakukan perhitungan itu sangat mudah bagi dirinya!

Hari pun berganti dikala latihan pedang dan karena gak punya teman sekelas, Rio pun berlatih ditemani oleh instruktur pedang, melihat gerakan Rio yang terlatih instruktur pedang pun langsung menyuruh Rio untuk baku hatam melawan dirinya.

Pada awalnya semua murid berifikir bahwa Rio tidak layak menjadi seorang ksatria, karena ksatria pedang itu biasanya membawa pedang dan juga perisai, sedangkan si Rio ini cuman bawa pedang doang.

Dan benar saja berkat Haruto selalu dilatih keras oleh kakeknya membuat instruktur pedang pun terkagum akan ilmu pedang yang dimiliki oleh Rio, instruktur pedang pun berkata;

“Bahwa Rio sangat layak untuk menjadi ksatria pedang”

Namun dikarenakan tujuanya bukan mengabdi pada kerajaan, Rio pun bilang;

“Bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik menjadi seorang ksatria”, bubar deh.

Beberapa bulan pun telah berlalu dikarenakan gabut gak tau mau ngapain setiap harinya Rio selalu belajar dengan keras sembari ditemani oleh Celia-sensei, hingga tak terasa waktu ujian pun telah tiba.

Mengingat Haruto merupakan mahasiswa dan merupakan murid pintar di universitasya membuat Rio berhasil menempati ranking 1 pada sekolah akademi sihir.

Tentu dong melihat rakyat jelata kok bisa ranking 1 beberapa murid bangsawan pun beranggapan bahwa Rio melakukan kecurangan, terutama anak bangsawan yang bernama “Alphonse”.

Namun siapa sangka ketika Rio dibully, Cristina dan sahabatnya yang bernama “Roanna” justru malah langsung membela si Rio, tidak berhenti sampai disitu saja!

Bahkan Celia-sensei selaku seorang guru juga ikut turun tangan dalam membela si Rio ini~*anjays*, bubar deh.

Setiap harinya sehabis belajar, Rio selalu mampir ke tempat Celia-sensei untuk minum teh bersama, hingga tak terasa 5 tahun pun telah berlalu.

Seperti tradisi pada sekolah bangsawan yakni para murid akan mengikuti sebuah turnamen pedang, disini instruktur pedang mengajukan Alphonse, Stewart, dan Rio untuk ikut serta dalam turnamen melawan ksatria kerajaan.

(buat latihan sih sebenernya)

Mengingat Rio merupakan rakyat jelata sekaligus tidak bisa menggunakan sihir seketika membuat murid dikelas pun tidak terima akan hal itu, akan tetapi dikarenakan keputusan instruktur tidak bisa diganggu gugat membuat Rio akan ikut serta dalam turnamen pedang.

Tepat beberapa hari sebelum turnamen dan karena sebentar lagi Rio akan lulus, Celia-sensei pun bertanya tentang apa yang akan dilakukan oleh Rio setelah lulus dari akademi.

Rio pun menjawab bahwa dirinya akan pergi berkelana dan mengunjungi kampung halamanya yang bernama “Desa Yagumo” karena ya bagaimanapun dulu ibunya pernah berjanji akan mengajak Rio menuju ke kampung halamanya.

Celia-sensei yang tidak ingin berpisah berusaha membujuk Rio agar supaya mau menjadi asisten pribadinya, namun sayang mengingat Rio hanyalah sekedar rakyat jelata, membuatnya kesulitan untuk hidup pada daerah kerajaan.

Hari pun berganti dan hari ini merupakan hari dimana turnamen pedang akan segera dimulai, tak disangka sesampai di lapangan ksatria kerajaan yang menjadi lawanya yakni Charles Arbor selaku orang yang pernah menyiksa Rio tepat beberapa tahun yang lalu.

Tentu dong melihat Rio yang berada tepat di depan matanya membuat semangat baku hantam milik Charles pun seketika langsung menggebu-gebu, karena ya setelah menyiksa Rio pangkat milik Charles langsung diturunkan menjadi babu kerajaan.

(intinya dendam lah)

Terjadi pertempuran sengit antara Charles dan juga Rio, meskipun Charles merupakan ksatria kerajaan akan tetapi dirinya justru menyerang Rio dengan sekuat tenaga.

Tek-tek-tek-tek-tek-tek dikarenakan di dalam tubuh Rio terdapat Haruto ditambah juga bisa menggunakan teknik roh membuat Rio pun dapat mengalahkan Charles dengan sangat amat mudahnya.

Tentu dong karena dikalahkan oleh rakyat jelata membuat Charles yang tadinya emosi malah menjadi semakin emosi lagi~

(bubar deh)

Hari pun menjadi malam untuk melupakan akan kekalahanya Charles pun minum bersama “Reiss” selaku duta besar kekaisaran Proxia.

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar bersama Charles, Reiss pun sadar bahwa alasan Putri Flora gagal diculik ya apalagi kalau bukan ulah dari si Rio.

Yep, Reiss adalah orang yang berencana menculik Putri Flora, dan alasan kenapa kang penjahat mati secara mendadak, ya apalagi kalau ulah dari si Reiss ini.

Menariknya, Reiss juga sama seperti Rio yakni bisa menggunakan teknik roh atau teknik spirit.

Hari pun berganti mengingat Rio memenangkan turnamen pedang, Celia-sensei pun sengaja menunggu Rio bertujuan untuk merayakan akan kemenanganya, namun sayang bukanya menuju ke tempat Celia, Rio ini malah pergi ke belakang sekolahan.

Tak disangka dikarenakan Rio terlihat keren ketika turnamen pedang membuat salah satu wanita bangsawan menjadi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Tentu dong melihat Rio yang ditembak oleh wanita lain membuat Celia-sensei pun seketika langsung menjadi syok karena ya bagaimana pun Celia-sensei juga udah mulai cinta sama si Rio.

Hari pun berganti dan hari ini Celia-sensei akan mengajari para murid tentang bagaimana cara menggunakan sihir, meskipun udah 5 tahun berlalu para murid masih belum bosan dalam menindas Rio akibat dirinya tidak bisa menjalin kontrak sihir dengan suatu roh.

Secara sederhana, bagi orang yang tidak bisa menjalin kontrak sihir intinya ketika merapalkan mantra itu tidak bisa mengeluarkan sihir.

Padahal kenyataanya bermodalkan imajinasi aja Rio ini bisa menggunakan segala jenis sihir berkat roh tingkat tinggi yang berada di dalam tubunya, namun kalau pada tahu ntar malah bikin keributan, Rio pun memutuskan untuk tetap menyembunyikanya.

(buat yang bingung, jadi Rio ini tidak bisa menggunakan sihir tapi bisa meniru aliran sihir, intinya sih sama cuman bedanya Rio gak perlu merapalkan mantra, dan gitu doang sederhanya)

Hari pun menjadi siang sesuai agenda para murid dikelas akan menjalani latihan untuk menyusuri hutan, mengingat Rio tidak bisa menggunakan sihir anak bangsawan militer bernama “Stewart” langsung menyuruh Rio untuk menjadi kurir barang.

(karena gak mau ribut, setuju deh)

Melihat Rio yang menjadi babu pada awalnya Flora juga ingin membantu namun dikarenakan tidak ingin melibatkan Putri Flora, Rio pun langsung menolak akan bantuanya.

Disini Stewart selaku anak militer memiliki rute jalan pintas untuk sampai ke garis finish, meskipun cara ini agak curang akan tetapi para murid langsung setuju akan hal itu.

Nah meskipun Stewart memiliki rute jalan pintas bukanya memperingkat waktu ehh rute tersebut malah berakhir pada jalan buntu, ketika ingin kembali ke tempat awal secara tiba-tiba mereka langsung dihadang oleh beberapa monster liar.

Meskipun monster liar tergolong lemah akan tetapi seranganya mampu melukai para murid yang ada, diwaktu yang sama dikarenakan kakinya terluka secara tidak sengaja Stewart mendorong Putri Flora tepat menuju ke arah jurang.

Tentu dong melihat orang yang jatuh ke dalam jurang Rio pun langsung menolong Putri Flora tanpa basi-basi lagi, secara singkat berkat sihir angin membuat putri Flora kembali ke atas tebing sementara Rio memutuskan untuk pura-pura terjatuh ke dalam jurang.

(biar gak curiga lah)

Tepat setelah para monster berhasil diratakan, para murid langsung mencari siapa pelaku yang telah mendorong Flora, pada awalnya para murid curiga bahwa Stewart adalah pelakunya.

Akan tetapi dikarenakan Stewart bilang bahwa pelakunya adalah Rio dan kebetulan posisi keluarganya Stewart lumayan tinggi membuat para murid terpaksa harus menganggap Rio sebagai pelakunya~*wayalah*

Terlepas dari itu disini Rio sudah mulai curiga kenapa hutan yang seharusnya sepi justru malah terdapat banyak sekali monster liar, dan benar saja menggunakan teknik roh, Rio menyadari bahwa terdapat orang atau dalang dibalik semua ini.

Dan yep, dia adalah Reiss selaku duta besar kekaisaran Proxia, dikarenakan penasaran akan kekuatan milik Rio disini Reiss pun ingin mengujinya dengan cara memanggil monster Minotaurus tepat dihadapan para murid.

Pada awalnya para murid berusaha untuk mengalahkan monster Minotaurus akan tetapi dikarenakan monster ini terlalu kuat mereka semua pun langsung lari akibat ketakutan.

Seperti kata pepatah bahwa: “Ora gelud, Ora smile” dan karena tempatnya juga udah sepi, Rio pun memutuskan untuk baku hantam melawan monster Minotaurus.

(itung-itung test kekuatan lah)

Terjadi pertempuran sengit antara Rio dengan Monster Minotaurus, tek-tek-tek-tek-tek dengan sedikit usaha Rio pun dapat mengalahkan monster Minotaurus dengan sangat amat mudahnya.

Pada awalnya Rio ingin meninggalkan kerajaan ketika dirinya sudah lulus dari akademi sihir namun dikarenakan keadaan sudah semakin ruyam maka tidak ada pilihan selain meninggalkan kerajaan Beltram sekarang juga.

Diwaktu yang sama ketika Celia-sensei ingin memberikan laporan tidak sengaja dirinya mendengarkan pembicaraan antara kepala sekolah dengan ayahnya Stewart.

Secara singkat mereka berdua sepakat bahwa akan menangkap Rio akibat mendorong Putri Flora ke dalam jurang~wayalah.

Hari pun menjadi malam sebelum benar-benar pergi dari kerajaan setidaknya Rio ini berpamitan kepada Celia-sensei selaku orang yang telah berhasil mengubah hidupnya.

Melihat Rio yang masih sehat sentosa tentu membuat Celia-sensei sangatlah bahagia, sebenarnya Celia-sensei ingin membantu Rio dalam membersihkan segala tuduhan yang ada.

Namun dikarenakan posisi keluarga milik Celia-sensei juga gak tinggi-tinggi amat membuat Celia-sensei pun tidak bisa berbuat apa-apa

Sebelum pergi Rio pun bilang bahwa dirinya akan pergi berkelana menuju ke desa Yagumo, selama berkelana sebisa mungkin dirinya akan memberikan kabar melalui sebuah surat.

Mengingat sebentar lagi nama Rio akan menjadi buronan dirinya pun akan menggunakan nama “Hertod” eh “Haruto” sebagai nama samaranya.

Sebelum benar-benar berpisah sebagai salam perpisahan Celia-sensei pun langsung memeluk Rio dengan sangat eratnya, karena ya bagaimana pun Celia-sensei ini udah jatuh cinta dengan si Rio, pergi deh.

Mengetahui bahwa Rio kabur dari Kerajaan Beltram ayahnya Stewart pun langsung memerintahkan budaknya untuk mencari sekaligus membunuh si Rio.

Budaknya ini bernama “Latifa” seorang ajin yang memiliki wujud sebagai serigala atau seekor rubah.

Terlepas dari itu setelah 3 hari melakukan perjalanan hingga sampailah Rio di kota Amande yang terletak pada Kerajaan Galarc untungnya poster buronan milik Rio belum ada pada kota itu.

Dikala sedang perjalanan berkeliling kota tak disangka terdapat pedagang yang menawarkan makanan “Pasta”, mendengar nama “Mie Pasta” seketika membuat Rio teringat dengan kehidupan pas jadi Haruto.

Karena ingin bernostalgila, Rio pun memutuskan untuk memesan satu porsi pasta.

Si pedagang pun bilang Mie Pasta adalah hasil penemuan seorang penguasa di kota Amande yang bernama “Liselotte”, Rio pun sempat berfikir bahwa Liselotte adalah orang Jepang sama seperti Harutod.

Karena ya bagaimana pun, Rio sama sekali belum pernah mendengar makanan mie pasta pada Isekai, terlepas dari itu agar supaya tidak kelaparan ketika perjalanan ke Desa Yagumo.

Rio pun mampir ke guild pedanggang untuk membeli beberapa bahan makanan, mengingat pada guild pedagang itu dilarang membawa senjata, Rio pun menitipkan senjatanya kepada seorang pelayan yang bernama “Lotte”.

Melihat Rio selaku pria tampan dan juga rambut berwarna hitam itu sangat jarang, Lotte pun ingin memandu dalam mencari bahan makanan yang ingin Rio beli.

Saking tertariknya dengan si Rio, Lotte juga mengajaknya untuk minum teh secara seksama. *anjays*

(ngobrol-ngobrol sebentar deh mereka)

Sebelum pergi melanjutkan perjalanan dan sesuai janji, Rio pun menulis surat bertujuan untuk menceritakan tentang perjalananya kepada Celia-sensei.

Setelah selesai menulis surat, Rio pun langsung segera melanjutkan perjalananya!

Tak disangka ternyata “Lotte” yang memandu Rio di guild pedagang tadi yakni “Liselotte” selaku penguasa di Kota Amande, lebih mengejutkanya lagi Liselotte ini merupakan orang jepang yang berada di bis yang sama dengan si Harutod.

(Apakah Liselotte akan join ke harem milik Rio besok? Hmmm)

Dikala perjalanan, Rio pun melihat anak kecil yang pingsan tepat ditengah hutan karena khawatir Rio pun langsung segera menghampirinya, tak disangka setelah dihampiri secara tiba-tiba anak kecil ini menembakan jarum beracun ke tubuh milik Rio.

Yep dia adalah Latifa selaku budak yang disuruh oleh ayahnya Stewart untuk membunuh Rio, namun dikarenakan Rio bisa menggunakan segala jenis sihir membuat Racun yang diberikan pun tidaklah mempan pada tubuhnya.

Terjadi pertempuran sengit antara Rio dengan Latifa, meskipun serangan dari Latifa sangatlah cepat akan tetapi Rio mampu mengimbangi kecepatan itu menggunakan teknik roh miliknya.

Tek-tek-tek-tek-tek secara singkat dengan sedikit usaha Rio pun dapat mengalahkan Latifa dengan sangat amat mudahnya, meskipun bertugas sebagai pembunuh Latifa ini justru malah menangis ketika berhasil dipojokan oleh Rio.

(pingsan deh)

Melihat kalung di lehernya Rio berspekulasi bahwa Latifa telah dipaksa untuk menjalankan sebuah perintah, menggunakan teknik rohnya Rio pun dapat menghancurkan kalung perbudakan dengan sangat mudahnya.

Dikala suasana sudah menjadi tenang dan juga kalungnya udah dilepas, Rio pun mulai bertanya tentang siapa yang telah memerintahkannya, Latifa pun menjawab bahwa ayahnya Stewart yang telah menyuruhnya.

Dikarenakan kepribadian Rio perlahan-lahan menjadi Haruto, Rio pun memutuskan untuk tidak membunuhnya dan membiarkan Latifa untuk tetap hidup.

Latifa yang tidak memiliki tujuan langsung memohon kepada Rio untuk membawanya pergi berkelana bersama dirinya, tentu dong mendengar akan hal itu pada awalnya Rio langsung menolak.

Namun dikarenakan Latifa rela dipasang kalung perbudakaan agar supaya tidak bermaca-macam pada akhirnya Rio pun memutuskan untuk berpetualang bersama Latifa~

Setelah beberapa jam perjalanan tak terasa hari pun menjadi malam, anehnya ketika Rio memasak Latifa ini langsung tahu akan semua masakan yang dibuat oleh Rio seperti: Pasta, Spageti, dan Omurise.

Padahal pada Isekai masih belum ada orang yang mengenal akan makanan itu~

Dan yep, Latifa ini adalah orang jepang yang berada di bis yang sama dengan Haruto, tapi ya mereka belum cerita akan hal itu, belum tahu lah.

Disisi lain setelah sekian lama menunggu pada akhirnya surat dari Rio pun telah sampai di Kerajaan Beltram, tentu dong mendapatkan surat dari Rio membuat Celia-sensei pun seketika langsung menjadi sangatlah bahagia.

Setelah membaca suratnya Celia-sensei pun berharap agar supaya Rio selalu baik-baik aja.

Hari pun menjadi malam dikala tidur secara tiba-tiba Latifa menangis bahwa dirinya ingin kembali ke Kota Tokyo, dari sini Rio pun sadar bahwa Latifa sama seperti dirinya yakni sama-sama berasal dari Negara Jepang.

Namun dikarenakan beberapa alasan, Rio memutuskan untuk tetap merahasiakanya aja.

Hari pun menjadi pagi mengingat wajah Rio sangat mirip dengan Haruto, Latifa pun meminta ijin untuk memanggil Rio dengan sembutan Onii-chan, ingin membuat Latifa bahagia Rio pun langsung mengijinkanya.

Beberapa hari pun telah berlalu meskipun disepanjang perjalanan terdapat banyak monster akan tetapi monster itu dapat dikalahkan dengan sangat mudahnya.

Hingga tak terasa mereka berdua pun sampai disebuah hutan dimana terdapat pohon yang sangat besar ditengah-tengahnya, anehnya meskipun terdapat pohon besar Latifa sama sekali tidak melihat pohon yang dimaksud oleh kakaknya.

Dan yep, disekitar pohon itu terdapat ilusi sihir dimana hanya pengguna teknik roh tingkat tinggi aja yang bisa melihatnya.

Mengingat hari sudah semakin malam mereka berdua pun memutuskan untuk beristirahat, dikarenakan Latifa selalu bermimpi buruk Rio pun menggunakan teknik rohnya untuk menidurkan si Latifa ini.

Namun tak disangka tiada angin tiada hujan secara tiba-tiba muncul hewan roh yang langsung meledakan diri tepat didepan mata milik Rio, akibat dari itu membuat matanya Rio tidak bisa melihat untuk sementara waktu.

Mengira bahwa Rio merupakan manusia jahat karena menidurkan Latifa dengan teknik roh tanpa basi-basi lagi mereka semua pun langsung menyerang si Rio ini.

Dikarenakan pengelihatanya belum pulih dan gak ada niatan untuk baku hantam membuat Rio pun berhasil dikalahkan oleh mereka, dibawa deh ke Hutan Roh.

Disaat Rio pingsan dirinya bertemu dengan roh tertinggi pada alam mimpi, ketika Rio bertanya tentang siapa namanya? Wanita roh ini pun malah gak tau namanya tuh siapa.

Namun meskipun tidak tahu namanya sendiri akan tetapi wanita roh justru tahu segala sesuatu hal yang berkaitan dengan Harutod.

Sebelum pergi wanita roh pun bilang bahwa dirinya hanya milik Haruto seorang, pergi deh dan tepat setelah pergi Rio pun tersadar dari pingsanya.

Dikarenakan telah menyerang orang yang salah para prajurit wanita bernama Uzuma, Sara, Orphia dan Alma langsung bersujud untuk meminta maaf kepada Rio, tidak hanya prajurit saja.

Pasalnya para tertua pada Hutan Roh pun juga ingin meminta maaf secara resmi kepada si Rio~, namun mengingat hari sudah sangat gelap mereka pun membiarkan Latifa dan Rio untuk berisitrahat terlebih dahulu.

Hari pun berganti sesuai janji para tertua pun mengundang Rio pada bangunan utama, seperti yang dibilang oleh nenek “Ursula” bahwa para tertua ingin meminta maaf secara resmi.

Sebagai permintaan maaf para tertua akan mengabulkan segala hal yang diinginkan oleh Rio, pada awalnya Rio ingin menitipkan Latifa pada hutan roh namun karena dari awal para tertua juga ingin menjaga Latifa.

Rio pun mengganti permintaanya yakni untuk diajari teknik roh beserta berbagai budaya yang ada pada hutan roh, setuju deh.

Tepat setelah permintaan dari para tertua selesai secara tiba-tiba muncul roh bernama “Dryas” selaku pohon besar yang ada pada hutan roh.

Dryas merupakan roh tingkat dua dimana bisa dikatakan kekuatanya lumayan overpower lah.

Ketika berbicara dengan Rio, Dryas pun merasakan terdapat roh di dalam tubuh milik Rio, dan benar saja setelah dianalisa sebentar Dryas pun berkata;

“Bahwa di dalam tubuh Rio terdapat roh tingkat satu atau roh kuno yang sedang tertidur, dimana roh itu merupakan salah satu dari ke-6 roh agung”

Terlepas dari itu sesuai janji setiap harinya Rio selalu belajar teknik roh, budaya, dan tak lupa juga dengan latihan baku hantam, dikala lelah belajar Rio juga selalu ditemani oleh 3 gadis cantik antara lain ada: Sara, Orphia, dan juga Alma.

Secara singkat setelah belajar kesana kemari Rio berhasil menguasai sihir terbang, memperkuat tubuh, lari cepat, dan berbagai elemen seperti angin, es, air, dan lain sebagainya.

(pokoknya udah overpower gak bisa dinalar lah)

Disisi lain dikarenakan ingin memperkuat kekuatan militer, Reiss selaku pengguna teknik roh ingin mencari telur “Wyvern” ditemani oleh bawahanya sendiri.

Buat yang belum tahu, jadi telur Wyvern ini adalah naga bertubuh reptil dan kekuatanya bisa mengeluarkan api dari mulutnya.

Setelah mencari kesana kemari, Reiss telah berhasil mendapatkan satu telur Wyvern dan menyuruh anak buahnya untuk membawa telur itu, karena ya bagaimanapun sebenarnya anak buahnya ini hanyalah sekedar alat.

Dan benar saja tepat setelah mereka berhasil mendapatkan satu biji telur, terdapat ratusan Wyvern yang mengikuti Reiss dan anak buahnya dari kejauhan.

Lebih parahnya lagi, Reiss dan anak buahnya ini sedang menuju ke hutan roh tempat dimana Rio berada saat ini~*wayalah*

Oh iya, disini Reiss tidak bisa melihat hutan Roh dan dapat diasumsikan bahwa Reiss tidak sengaja menuju ke hutan roh.

Hari pun menjadi malam karena rencananya berhasil mereka pun memutuskan untuk beristirahat di dekat hutan roh sementara Reiss katanya ingin berpatroli pada area sekitar.

Untuk berjaga-jaga Reiss memberikan biji merah miliknya beserta menyuruh anak buahnya untuk memakan biji merah itu, ketika biji itu dimakan maka Reiss dapat melacak anak buahnya jikalau terjadi apa-apa. *dimakan deh*.

Terlepas dari itu mengingat para Wyvern sedang menuju ke hutan dengan cepat Reiss pun langsung pergi ke sarang Wyvern untuk panen telur, melihat banyak sekali Wyvern yang sedang menuju ke hutan roh dan juga ada manusia.

Dengan cepat Sara, Orphia, Alma, dan kawan-kawan langsung segera menghampiri manusia itu, ketika ditanya dan karena takut anak buahnya Reiss pun langsung pergi menunggani Griffon atau ayam terbang.

Dan benar saja mengingat anak buahnya Reiss membawa telur, para Wyvern pun langsung segera mengejar si anak buahnya ini.

Ketika Reiss udah selesai panen telur dan karena tugasnya juga udah selesai tanpa basi-basi lagi Reiss pun langsung membunuh anak buahnya sama seperti Reiss yang membunuh kang penjahat selaku penculik Putri Flora.

(buat yang lupa ya silahkan simak ulang)

Terlepas dari itu dikarenakan Wyvern menuju ke hutan, Sara dan kawan-kawan pun berusaha untuk segera menghentikanya, akan tetapi dikarenakan para Wyvern sangatlah kuat membuat mereka semua pun kualahan ketika melakukan baku hantam.

Diwaktu yang sama mengingat Latifa telah terbiasa hidup di hutan roh, Rio pun bilang;

“Bahwa dirinya akan pergi ke Desa Yagumo meninggalkan Latifa pada hutan roh”

Tentu dong karena gak mau ditinggal Latifa pun bersikeras untuk ikut bersama kakaknya menuju ke desa Yagumo, namun dikarenakan Rio belum pernah pergi ke sana, dirinya pun tidak mau jikalau harus membahayakan si Latifa.

(pergi deh karena marah)

Dan tepat ketika Latifa pergi ke arah hutan tidak sengaja dirinya melihat telur Wyvern beserta tubuh anak buahnya Reiss yang telah meninggal dunia.

Mengira bahwa Latifa yang telah mencuri telur para Wyvern pun langsung segera menyerang si Latifa ini, ketika Latifa akan dieksekusi oleh Wyvern tanpa basi-basi lagi Rio pun langsung datang untuk menyelamatkan adiknya.

Terjadi pertempuran sengit antar Rio dengan satu biji Wyvern dikarenakan pada hutan roh Rio telah belajar berbagai macam teknik sihir dan seni baku hantam dengan sedikit usaha, Rio pun dapat mengalahkan binatang Wyvern dengan sangat amat mudahnya.

Meskipun tergolong hewan atau monster yang kuat akan tetapi Wyvern itu termasuk hewan pengecut, ketika melihat temanya yang berhasil dikalahkan membuat para Wyvern lainya pun langsung lari akibat ketar-ketir ketakutan.

Hari pun menjadi pagi setelah kejadian baku hantam Latifa pun langsung meminta maaf dikarenakan dirinya selalu ngrepotin dan menjadi beban.

Karena Rio telah menganggap Latifa sebagai adiknya sendiri, maka semua itu tidak masalah bagi dirinya.

Tentu dong karena dianggap sebagai adiknya sendiri membuat Latifa pun merasa sangatlah bahagia, Latifa pun bilang bahwa dahulu kala dirinya adalah manusia yang tinggal pada Kota Tokyo pada Negara Jepang.

Sebenanrya tanpa dikasih tau pun Rio juga udah sadar tapi untuk menghargai akan kejujuranya Rio pun bilang bahwa dirinya juga berasal dari Negara Jepang~wayalah.

Namun perlu diingat bahwa Latifa belum tau identitas Rio itu adalah Harutod dan Rio juga belum tahu bahwa Latifa itu adalah Suzune Endo selaku anak kecil yang naik bus yang sama dengan si Haruto.

Ketika suasana sudah membaik, Latifa pun merelakan Rio pergi dan akan selalu menunggu kakaknya kembali ke hutan roh.

Sebagai ucapan perpisahan para tertua memberikan peralatan berupa pedang yang terbuat dari bahan Mithril, zirah dari kulit Wyvern, beberapa karung bahan makanan, dan juga penyimpanan ruang dan waktu.

Sebelum Rio benar-benar pergi Latifa pun langsung memeluk kakaknya sembari mengucapkan salam perpisahan, Latifa pun berjanji bahwa dirinya akan bertambah kuat agar supaya bisa menjalani hidup secara mandiri.

(Pergi deh ke Desa Yagumo menggunakan sihir terbang)

Disisi lain dikarenakan Rio udah jarang mengirim surat membuat Celia-sensei pun seketika langsung menjadi galau, bahkan karena saking galaunya Celia-sensei sering membayangkan si Rio agar supaya bisa mengobati rasa rindu yang sangat dalam. *anjays*.

Terlepas dari itu setelah beberapa hari melakukan perjalanan hingga sampailah Rio ke sebuah desa yang bernama Yagumo, sedikit gambaran Yagumo ini adalah sebuah desa tempat dimana ayahnya Rio dibesarkan.

Menariknya sebagian besar penduduk di desa Yagumo itu bisa menggunakan teknik spirit atau roh sama seperti si Rio ini~

Sesampai disana Rio bertemu dengan 2 wanita cantik selaku penduduk desa Yagumo, wanita ini bernama “Ruri” dan juga “Sayo”

Mengingat kedatanganya ingin mencari informasi tentang orang tua, Rio pun meminta mereka berdua untuk diantarkan menuju ke tempat kepala desa, karena kebetulan kepala desa adalah neneknya Ruri, dianterin deh.

Secara singkat setelah melakukan perkenalan, kepala desa atau nenek “Yuba” pun bertanya tentang apa tujuan Rio datang kemari, Rio pun menjawab:

“Ingin mencari informasi mengenai orang tuanya yang bernama Zen dan juga Ayame”

Mendengar nama Zen dan Ayame nenek Yuba pun langsung menyuruh Ruri dan Sayo untuk segera pergi, setelah ngobrol-ngobrol sebentar nenek Yuba pun bilang bahwa dirinya adalah ibunya Zen atau dengan kata lain kepala desa ini adalah neneknya si Rio.

Tujuan lain Rio datang kemari yakni ingin membuatkan makam untuk kedua orang tuanya, tapi siapa sangka untuk beberapa alasan ternyata nenek Yuba telah membuatkan makam mereka berdua.

Mengetahui akan hal itu Rio pun langsung segera pergi ke makam bertujuan untuk memberikan penghormatan~

Ketika Rio bertanya tentang alasan nenek Yuba membuatkan makam, nenek Yuba pun belum bisa memberitahu alasanya dalam waktu dekat, sambil menunggu waktu yang tepat nenek Yuba pun menyuruh Rio untuk tinggal di Desa Yagumo.

(dan dengan senang hati, Rio pun menerima tawaran itu)

Hari pun menjadi pagi karena gabut gak tau mau ngapain disini Rio berinisiatif untuk membantu nenek Yuba dalam mempersiapkan sarapan pagi.

Meskipun penduduk desa bisa menggunakan teknik roh akan tetapi mereka hanya bisa menggunakan teknik roh yang ringan-ringan aja, berbeda dengan Rio yang bisa memanipulasi benda, membuat air, dan lain sebagainya.

Tepat setelah masak selesai secara tiba-tiba muncul 2 orang yang datang ke rumahnya Nenek Yuba, dia bernama Sayo selaku temanya Ruri dan juga Shin selaku kakaknya Sayo.

Dikarenakan kedua orang tua meninggal membuat Sayo dan Shin tinggal dirumah secara berduaan.

Dikala selesai makan disini Sayo dan Ruri langsung membantu Rio dalam mencuci piring, tentu dong karena melihat pria tampan disampingnya membuat Sayo pun seketika langsung menjadi terpesona.

Terlepas dari itu daripada gabut gak tau mau ngapain, nenek Yuba menyuruh Shin untuk mengajak Rio dalam berburu di sekitar hutan belantara.

Mengingat tubuh milik Rio lumayan kurus pada awalnya Shin langsung meremehkanya, akan tetapi semua itu berubah ketika Rio berhasil mendapatkan banyak sekali hewan buruan meskipun hanya bermodalkan beberapa menit aja~*anjays*

Hari pun menjadi siang dan kebetulan pada siang hari terdapat perwakilan dari kerajaan yang bertugas untuk menarik pajak dari warga desa.

Dia bernama “Hayate” selaku petugas pajak dari “Kerajaan Karasuki”.

Dikala capek berburu dan setelah mengurus pajak menggunakan teknik rohnya Rio pun berhasil membuat tempat pemandian air panas, tidak berhenti sampai disitu aja menggunakan teknik rohnya rio dapat membuat pewangi, sampo, dan yang paling penting adalah sabun. *ehem*

Tentu dong karena bau tubuh Rio sangatlah wangy membuat Ruri dan Sayo pun langsung mencium bau badan milik si Rio ini~*anjays*

Ketika Ruri dan Sayo gantian mandi secara tiba-tiba terdapat seseorang yang langsung masuk ke dalam tempat itu, untungnya Shin selaku kakaknya Sayo langsung berusaha mencegah orang-orang yang gak bener ini.

Orang ini bernama “Gon” seorang anak kepala desa yang bekerja sebagai pedagang keliling, seperti kata pepatah bahwa: “Ora gelud ora smile”.

Shin pun langsung menyerang Gon tanpa basi-basi lagi namun dikarenakan Gon bertubuh besar membuat Shin malah yang berhasil dipojokan.

Ketika Shin hampir saja dieksekusi untungnya nenek Yuba langsung segera menghentikanya, Gon pun bilang bahwa alasanya datang kemari yakni ingin numpang tidur sejenak dikarenakan kereta daganganya mengalami kerusakan.

Mengingat Gon merupakan anak kepala di desa sebelah, maka mau gak mau nenek Yuba pun memberikanya tempat tinggal dipinggiran desa, bubar deh.

Shin yang khawatir jikalau adiknya kenapa-napa langsung meminta nenek Yuba untuk mengijinkan Sayo tinggal dirumahnya, setuju deh.

Untuk berjaga-jaga, Rio juga memberikan permata merah untuk diletakan pada pinggiran kamarnya.

Dan benar saja ketika hari menjadi malam secara tiba-tiba Gon ini masuk ke dalam kamar bertujuan untuk *ehem* dengan si Ruri ini, *wayalah*

Dikarenakan permata merah milik Rio berfungsi untuk mendeteksi kehadiran seseorang dengan cepat Rio pun langsung melumpuhkan pengawal pribadinya, tidak berhenti sampai disitu aja.

Melihat Ruri yang diancam seperti ibunya yang dibunuh dulu membuat jiwa wibu psikopth milik Rio ini seketika langsung menjadi menggebu-gebu, dan benar saja!

Ketika Gon melancarkan serangan kepada Rio justru dirinya malah terpental keluar dan Rio pun langsung menghajar habis Gon tanpa basi-basi lagi.

Jikalau Hayate selaku petugas pajak tidak menghentikanya maka bisa aja Gon ini mati akibat menerima hantaman tanpa henti dari Harutod, eh maksudnya dari Rio.

Namun karena Hayate berjanji akan memberikan hukuman kepada Gon dan anak buahnya, maka Rio pun segera menghentikan hantamanya.

Sebenarnya Rio tadi ingin membunuh Gon dengan satu kali serangan, namun dikarenakan kepribadian Rio perlahan-lahan menjadi Haruto membuat Rio pun mengurungkan niatnya dalam membunuh si Gon.

Hari pun menjadi pagi karena hasil panen tahun ini lumayan banyak para penduduk desa pun memutuskan untuk menjual hasil panen ke ibu kota dan mengajak Rio sebagai pengawalnya.

Sebelum pergi nenek Yuba pun menitipkan sebuah surat untuk diberikan kepada ayahnya si Hayate ini~

(Surat apakah itu? Simak aja terus pokoknya ya)

Sesampai dikerajaan Karasuki dan setelah menjual hasil panen para penduduk desa pun menyuruh Rio dan Sayo untuk pergi berbelanja secara berduaan, tentu dong karena bisa berduaan dengan Rio membuat Sayo pun merasa sangatlah senang.

Selagi masih berada di Kerajaan Karasuki, Rio ingin membelikan jepitan rambut untuk si Sayo, mengingat harga jepitan rambut sangatlah mahal pada awalnya Sayo langsung menolak akan hal itu.

Namun dikarenakan Rio berniat untuk membelikanya pada akhirnya Sayo pun menerima akan hal itu~

Tak disangka ketika ingin pulang secara tiba-tiba terjadi keributan dimana para penjahat mencoba untuk menculik seorang anak kecil, tentu dong melihat ada penjahat tepat di depan matanya tanpa basi-basi lagi.

Rio pun langsung membabat habis para penjahat itu, tidak ingin terlibat dengan kasus penculikan seperti Putri Flora setelah menyelamatkan, Rio pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu.

(tentunya Rio juga menggandeng tangan milik Sayo ini~)

Disisi lain dikarenakan telah dititipi surat oleh nenek Yuba, Hayate pun langsung memberikan surat itu kepada ayahnya.

Ayahnya ini bernama “Saga Gouki”, secara singkat setelah membaca surat tanpa basi-basi lagi Saga Gouki pun ingin bertemu dengan Rio secepat mungkin.

(lah emangnya kenapa? Simak aja terus pokoknya yah)

Dan benar saja ketika perjalanan pulang bersama Sayo, Rio pun langsung dihadang oleh Hayate, Gouki, beserta istrinya, tujuan mereka datang kemari yakni ingin memberitahu tentang latar belakang dari orang tuanya Rio, jadi gini nih;

Tepat 20 tahun yang lalu seorang ksatria pedang bernama “Zen” mengajukan diri untuk jadi tentara perang, secara singkat berkat ilmu pedang dan juga teknik roh membuat Zen dapat meratakan pasukan kerajaan “Rokuren” dengan sangat amat mudahnya.

Setelah itu Raja Karasuki pun menyuruh Zen untuk bertanding pedang melawan Saga Gouki selaku samurai terbaik pada kerajaan Karasuki, meskipun Saga Gouki dijuluki sebagai samurai terbaik akan tetapi Zen mampu mengimbangi bahkan bisa menang dalam melawan Saga Gouki.

Maka dari itu Saga Gouki langsung merekomendasikan Zen untuk menjadi pengawal pribadi putri kerajaan yang bernama “Karasuki Ayame”, Mulai dari sinilah perasaan cinta putri Ayame kepada Zen perlahan-lahan mulai tubuh.

(buat yang bingung atau yang belum paham jadi Zen dan Ayame ini adalah orang tuanya Rio)

Setiap harinya mereka selalu menjalani hari-hari dengan penuh kebahagiaan akan tetapi semua itu berubah ketika pihak kerajaan Rokuren mengajukan genjatan senjata dan meminta putri Ayame sebagai jaminanya.

Tentu dong karena udah jatuh cinta kepada Zen, putri Ayame pun langsung menolak akan hal itu!

Pangeran kerajaan Rokuren yang gak terima langsung menyuruh anak buahnya untuk menculik Putri Ayame, namun sayang bahwa rencana itu langsung digagalkan oleh Zen.

Agar supaya putrinya bisa hidup bersama pria yang dicintai, Raja dan Ratu Kerajaan Karasuki secara diam-diam mengatur sebuah rencana agar supaya Zen dan Ayame bisa pergi dari kerajaan.

Meskipun harus meninggalkan gelar, harta, dan juga tahta, selama bisa hidup bersama Zen, putri Ayame sudah sangat bahagia akan hal itu, jadi gitu ceritanya~

Oh iya, disini Rio dibawa oleh Gouki menemui Ratu dan Raja Karasuki atau gampangnya mereka berdua adalah kakek dan neneknya si Rio.

Sesampai disana, Rio juga menceritakan tentang kehidupanya bersama ibunya, hidup sebagai anak yatim piatu, ditindas oleh kaum bangsawan, dan lain sebagainya.

Rio pun berkata;

“Meskipun Ayahnya Rio telah meninggal dan menjalani hidup sebagai orang miskin, akan tetapi Rio selalu bahagia karena bisa hidup bersama Ibunya”

“Meskipun Ibu dan Ayahnya tidak menginginkan anaknya jadi wibu psikopht, akan tetapi jika Rio bertemu dengan Lucius, maka dirinya akan membunuh orang itu tanpa basi-basi lagi"

Karena selain membunuh ibunya Rio kemungkinan besar Lucius juga orang yang telah membunuh Zen selaku ayahnya si Rio.

Namun sebelum pergi agar cucunya aman, Raja dan Ratu Karasuki pun meminta Rio untuk baku hantam melawan Saga Gouki, karena ya bagaimana pun Saga Gouki itu merupakan samurai terkuat.

(intinya buat latihan kalau besok ketemu sama Lucius lah)

Sebelum baku hantam dimulai, Rio bertemu dengan anak kecil yang pernah ia selamatkan ketika belanja bersama Sayo, lebih mengejutkanya lagi anak kecil ini merupakan anak dari Saga Gouki selaku samurai terhebat pada kerajaan Karasuki.

Seperti kata pepatah bahwa: “Ora Gelud Ora Smile”

Terjadi pertempuran sengit antara Rio dan juga Saga Gouki, tek-tek-tek-tek-tek meskipun Saga Gouki merupakan samurai terkuat dengan sedikit usaha, Rio pun dapat mengalahkanya dengan sangat mudahnya.

Sebelum pulang ke Desa Yagumo, Rio pun meminta ijin kepada nenek dan kakek untuk memberitahu identitas aslinya kepada Ruri selaku sepupunya, dibolehin deh.

Hari pun menjadi malam mengetahui bahwa Rio adalah seorang pangeran tanpa basi-basi lagi Ruri pun langsung segera menyembah si Rio ini.

Namun dikarenakan Rio nyuruh untuk bersikap seperti biasa, setuju deh Ruri.

Disini Rio juga bilang bahwa setengah tahun lagi dirinya akan pergi meninggalkan desa Yagumo~

Hari pun berganti seperti biasa, Rio pun selalu membantu warga desa entah itu berburu, nanem padi, panen buah, dan lain sebagainya, meskipun masih beberapa bulan lagi Rio pun bilang kepada Sayo bahwa sebentar lagi dirinya akan meninggalkan desa Yagumo.

Mengetahui bahwa Rio akan meninggakan desa membuat Sayo pun seketika langsung menjadi terkejut, karena ya bagaimana pun Sayo juga telah jatuh cinta kepada si Rio.

Saking cintanya kepada Rio sesampai dirumah, Sayo langsung menangis lantaran dirinya tidak ingin berpisah dengan Rio, melihat adiknya yang menangis sebagai kakak yang baik.

Shin pun langsung pergi ke rumah kepala desa dan langsung memohon agar supaya Rio tidak pergi meninggalkan desa, namun dikarenakan keputusan Rio sudah bulat, pergi deh mereka berdua.

Seperti kata pepatah bahwa cinta itu buta ehh maksudnya butuh usaha, setiap harinya Sayo selalu melatih teknik roh, pedang, dan tubunya agar supaya dirinya bisa bertambah kuat.

Hingga tak terasa 6 bulan pun telah berlalu, dikala sedang merayakan festival panen secara tiba-tiba Sayo mengajak Rio menuju ke tempat yang sangat sepi~*wayalah*

Tujuan Sayo mengajak Rio datang kemari yakni Sayo ingin menyatakan perasaan cinta kepada Rio, namun sayang dikarenakan Rio masih cinta sama “Ayase Miharu” membuat Rio pun langsung menolak akan hal itu.

Akan tetapi meskipun begitu mengingat selama 6 bulan terakhir selalu berlatih dengan keras, Sayo pun memohon untuk dibawa berpetualang bersama dirinya.

Namun dikarenakan tujuan Rio adalah balas dendam dan tidak ingin membahayakanya, Rio pun langsung meminta maaf dikarenakan tidak bisa menerima akan perasaanya.

(pergi deh)

Dan tepat setelah Rio pergi secara tiba-tiba Saga Gouki pun bertanya;

“Apakah Sayo benar-benar cinta sama Rio”

Dengan tegas Sayo pun bilang;

“Bahwa dirinya sangat cinta kepada Rio”

Agar supaya Sayo tidak patah hati Saga Gouki pun memberikanya saran untuk selalu berlatih dengan keras, siapa tau disuatu hari nanti Sayo akan bertemu dengan Rio kembali.

Hari pun menjadi pagi sebelum pergi berkelana, Rio pun berpamitan kepada Nenek Yuba dan juga Ruri, tak disangka sesampai digerbang desa terdapat Sayo yang sedang menunggu akan kepergian dari Rio.

Untuk memberikan salam perpisahan kepada pria yang ia cintai, Sayo pun berjanji bahwa dirinya akan bertambah jauh lebih kuat lagi.

(pergi deh ke hutan roh)

Tek-tek-tek-tek-tek setelah beberapa hari perjalanan Rio pun telah sampai pada hutan roh, sesampai disana dirinya langsung disambut oleh Latifa, Sara, Orphia, dan kawan-kawan.

Mengingat Rio harus pergi ke kerajaan Beltram untuk bertemu dengan Celia-sensei dirinya pun hanya bisa tinggal di hutan roh untuk beberapa bulan aja.

(Rio juga bercerita bahwa dirinya punya nenek dan seorang saudara wanita)

Ketika para tertua bertanya tentang apa yang di inginkan, Rio pun menjawab:

“Bahwa dirinya menginginkan rumah yang bisa dibawa pada dimensi ruang dan waktu”

Tentu dong sebagai pengrajin sejati, Dominic selaku ras dwarf langsung berusaha untuk segera membuatkanya.

Hari pun menjadi pagi tak disangka ketika bangun tidur secara tiba-tiba terdapat seorang wanita yang sedang tidur tepat disamping Rio, tentu dong karena wanita ini gak pake apa-apa membuat Rio pun langsung berteriak dengan sangat amat kerasnya.

Diwaktu yang sama melihat kakaknya yang bersama wanita tak dikenal tentu membuat Latifa dan kawan-kawan seketika langsung menjadi heboh.

Dikala suasana sudah agak menjadi tenang Rio pun mulai bertanya tentang dirinya tuh siapa? Wanita ini pun menjawab bahwa dirinya adalah spirit atau seorang roh.

Namun anehnya wanita ini sama sekali tidak ingat dengan namanya sendiri, asalnya dari mana, dan bahkan tidak ingat tentang pertemuanya dengan si Rio, tapi yang jelas wanita ini selalu ingat dengan Haruto.

Agar supaya bisa dipanggil wanita roh pun meminta Haruto untuk memberikanya sebuah nama, mengingat wanita ini sangat mirip dengan Ayase Miharu selaku teman masa kecilnya.

Maka Haruto pun memanggilnya “Aisha” yang berarti “Utsukushi Haru” atau kalau dalam Bahasa Indonesia adalah musim semi yang indah.

Tentu dong karena namanya ada unsur “Haru” sama seperti Harutod membuat Aisha pun menjadi sangatlah bahagia, oh iya disini Aisha manggilnya Haruto bukan Rio ya!

Terlepas dari itu mengingat Dryas juga merupakan seorang roh, Rio pun berencana untuk membawa Aisha ke tempat Dryas-sama.

Tentu dong karena dari tadi Aisha manggil Harutod—Harutod mulu membuat para tertua pun penasaran tentang Harutod tuh siapa?

Agar supaya yang lain tidak curiga, Rio pun bilang bahwa “Harutod” adalah nama samaranya ketika berada di kerajaan Beltram, namun karena nama Rio masuk ke dalam daftar buronan maka dirinya menggunakan nama Harutod ketika berada di kerajaan beltram.

(Haruto bukan Harutod loh ya h3h3h3)

Pada umumnya Roh hanya bisa menguasai beberapa elemen saja akan tetapi ketika ditanya oleh Dryas si Aisha bilang bisa menggunakan semua element membuat Dryas pun ragu mendengar akan hal itu.

Untuk membuktikan perkataanya Dryas pun langsung menyuruh Rio untuk baku hatam melawan si Aisha, itung-itung buat test kemampuan lah!

Dan benar saja, bahwa Aisha ini bisa menggunakan semua elemen yang ada, bahkan Rio yang notabenya adalah MC overpower aja sangat kesulitan untuk melawan si Aisha ini.

Padahal bisa dibilang bahwa Aisha masih belum mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya~

(Apakah Aisha ini setara dengan Anos Voldigoad pada anime Maogakuin? Hmmm)

Hari pun berganti dan setiap harinya Aisha selalu belajar pengetahuan tentang roh bersama Dryas, dikala selesai belajar pengetahuan Aisha juga diajari oleh Rio tentang segala teknik roh yang Rio kuasai.

Hingga tak terasa beberapa bulan pun telah berlalu dikarenakan rumah ruang dan waktu buatan Dominic sudah selesai, Rio pun memutuskan untuk segera pergi menuju ke kerajaan Beltram.

Tentu dong mendengar akan hal itu seketika membuat Latifa langsung menjadi gelisah, karena ya selama di hutan roh Rio selalu belajar dengan Aisha dan belum pernah berbicara dengan Latifa selaku adiknya sendiri.

Sara pun bilang sebaiknya sebelum pergi berkelana, Rio meluangkan waktu untuk berbicara dengan Latifa~

Hari pun menjadi malam dikala mandi secara tiba-tiba Latifa pun masuk ke dalam kamar mandi~, tujuan Latifa datang kemari yakni ingin berbicara dengan kakaknya mengenai kehidupanya sewaktu di Negara Jepang atau dunia asalnya.

Latifa pun bilang bahwa nama aslinya adalah “Endo Suzune”

Sewaktu di dunia asalnya, Endo Suzune mengharapkan seseorang yang bernama Haruto menjadi kakak bagi dirinya, bahkan karena saking niatnya Endo Suzune ini selalu naik bus yang sama dengan orang itu.

Namun dikarenakan bus yang ditunggangi mengalami kecelakaan membuat keinginan Endo Suzune pun tidaklah terkabulkan.

Mendengar nama Haruto dan insiden kecelakaan bus membuat Rio pun sadar bahwa Latifa adalah anak kecil yang berada di bus yang sama dengan Haruto, tanpa basi-basi lagi Rio pun bilang;

“Bahwa namanya ketika hidup Di Negara Jepang yakni Amakawa Haruto”

Mendengar nama Amakawa Haruto membuat Latifa pun menjadi sangatlah bahagia, karena ya ternyata Rio yang selama ini menjadi kakaknya yakni Amakawa Haruto selaku orang yang diharapkan oleh Endo Suzune sewaktu Di Negara Jepang.

Dengan cepat Rio pun langsung meminta maaf dikarenakan telah menjadi kakak yang buruk bagi dirinya, Latifa pun mau memaafkan asalkan Rio berjanji akan pulang ke desa roh secepat mungkin, setuju deh.

Hari pun menjadi pagi sebelum pergi, Rio memasukan rumah buatan Dominic ke dalam penyimpanan ruang dan waktu miliknya, sementara nenek Ursula memberikan alat teleportasi untuk digunakan jikalau Rio mau pulang ke desa roh dalam hitungan detik.

Mengingat Rio menjadi buronan di kerajaan Beltram, pak kades pun memberikan sebuah anting yang dapat mengubah warna rambut milik seseorang, intinya biar gak ketahuan lah.

Tak lupa sebelum pergi, Rio juga berpamitan kepada Latifa selaku adiknya sendiri~

(pergi deh sama Aisha)

Disisi lain pada kerajaan Beltram dikarenakan suatu alasan politik Celia Claire selaku gurunya Rio dulu sebentar lagi akan menikah dengan Charles Arbor selaku orang yang pernah menyiksa Rio dulu.

(Lah kenapa kok bisa seperti itu?)

Secara singkat semenjak Rio meninggalkan kerajaan Beltram terjadi pertempuran sengit antara kekaisaran Proxia melawan kerajaan Beltram.

Tek-tek-tek-tek-tek mengingat kekaisaran Proxia terdapat Reiss selaku penyihir terkuat membuat kerajaan Beltram dapat dikalahkan dengan sangat amat mudahnya.

Nah, dikarenakan Charles Arbor memiliki hubungan baik dengan Reiss, Charless Arbor pun memanfaatkan monentum ini untuk melengserkan raja pada kerajaan Beltram selaku ayahnya Flora dan juga Cristina.

Intinya Charles tuh sekarang merupakan bangsawan tertinggi lah, maka dari itu dirinya akan menikahi Celia-sensei bertujuan untuk melindungi keluarga Celia dari lengsernya status bangsawan.

Sebenarnya Celia sama sekali tidak ada niatan untuk menikah dengan Charles, karena ya bagaimana pun Celia-sensei itu hanya suka dengan Rio.

Bahkan karena saking cintanya Celia selalu membawa surat milik Rio sembari menganggap bahwa Rio selalu berada disampingnya~

Akan tetapi jika menolak maka keluarganya berada dalam bahaya, maka mau gak mau Celia-sensei harus menerima akan nasibnya.

Sesampai di kerajaan Beltram mengetahui bahwa Celia-sensei akan menikah dengan Charles Arbor tanpa basi-basi lagi Rio pun ingin menemui Celia-sensei untuk bertanya tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Tek-tek-tek-tek-tek setelah mencari kesana kemari dan berkat bantuan dari Aisha pada akhirnya Rio pun mengetahui lokasi dimana Celia-sensei berada.

Diwaktu yang sama, ingin menghadapi kenyataan yang menantinya Celia-sensei pun memutuskan untuk membakar surat dari Rio bertujuan untuk melupakan segala kenangan manis yang telah mereka buat.

Tepat ketika Celia-sensei akan membakar surat secara tiba-tiba terdapat seseorang misterius yang masuk ke dalam kamar tepat pada tengah malam~

Tentu dong karena ada orang misterius berambut putih pada awalnya Celia-sensei sangatlah ketakutan, namun setelah Rio mengubah warna rambutnya menjadi hitam Celia-sensei pun sadar bahwa orang yang berada di depanya adalah Rio selaku orang yang sangat Celia-sensei cintai.

(langsung dipeluk deh)

Setelah ngobrol-ngobrol sebentar Rio pun bertanya;

“Apakah Celia-sensei benar-benar ingin menikah dengan Charles Arbor?”

Pada awalnya Celia-sensei pun bilang;

“Bahwa Charles Arbor merupakan pria yang baik”

Rio yang tahu bahwa Celia-sensei sedang berbohong terus berusaha untuk bertanya tentang perasaan yang sebenar-benarnya, hingga pada akhirnya Celia-sensei pun bilang;

“Jika Celia-sensei tidak mau menikah dengan Charles Arbor, apakah Rio akan menikahinya atau membawanya pergi dari kerajaan?”

Rio yang kaget mendengar akan hal itu hanya bisa terdiam sambil memikirkan solusi terbaiknya, namun dikarenakan Celia-sensei tidak mau melibatkan Rio dengan cepat Celia-sensei pun menyuruhnya untuk segera pergi.

Rio yang masih belum puas dengan jawaban Celia-sensei berusaha mencari informasi tentang alasan kenapa Celia-sensei mau nikah sama Charles Arbor, tentunya Rio juga ditemani oleh Aisha.

Hari pun berganti dan hari ini merupakan hari dimana Celia-sensei akan menikah dengan Charles Arbor.

Sebagai sahabat yang baik, Charles Arbor pun mengundang Reiss sebagai ucapan terimakasih karena telah membuat monentum untuk melengserkan kerajaan Beltram.

Setelah menyapa Reiss, Charless ini juga mengajak ke 7 istrinya dan mengikut sertakan dalam acara pernikahnya dengan si Celia.

(ku kira cupu ternyata suhu, emang ggwp si Charles ini)

Sebelum pernikahanya dimulai sebagai mantan murid disekolahan, Cristina pun datang menemui Celia-sensei bertujuan untuk meminta maaf.

(Lah emangnya kenapa?)

Karena gara-gara keluarganya membuat Celia-sensei dipaksa untuk menikah dengan Charles Arbor, ya intinya gara-gara kalah perang lah.

Terlepas dari itu dikarenakan hari sudah menjadi siang, Celia-sensei dan Charles Arbor pun segera menuju ke altar bertujuan untuk meresmikan akan pernikahan mereka.

Ketika perjalanan menuju ke altar, secara tiba-tiba Celia-sensei mendengarkan suaranya Aisha yang menyuruhnya untuk melihat ke arah penonton pada bagian kanan.

Tentu dong melihat Rio yang ikut menyaksikan pernikahanya membuat Celia-sensei pun langsung menangis akibat sakit hati, namun siapa sangka ketika Charles dan Celia akan menjalani upacara pernikahan.

Secara tiba-tiba muncul seseorang misterius yang langsung mengacaukan upacara pernikahan itu, dan yep dia adalah Rio selaku orang yang Celia-sensei cintai~

Pada awalnya Charles mengira bahwa orang misterius itu cuman penjahat biasa, akan tetapi semua itu berubah ketika pasukan militer terbaik dikerajaan bisa diratakan oleh Rio dengan sangat mudahnya.

Setelah pasukan rata tanpa basi-basi lagi, Rio pun langsung menghajar Charles beserta menyandra si Celia-sensei ini~

(lah emangnya kenapa?)

Hal ini bertujuan agar supaya keluarga Claire atau keluarganya Celia bisa tetap aman meskipun Celia tidak jadi menikah dengan Charles Arbor, karena ya bagaimana pun insiden penculikan ini sama sekali tidak ada kaitanya dengan keluarganya Celia.

(seolah-olah tidak bersalah la)

Melalui telepati untuk yang terakhir kalinya Rio pun bertanya;

“Apakah Celia-sensei benar-benar ingin menikah dengan Charles Arbor? Jika tidak maka dengan senang hati Rio bisa membatalkan pernikahanya, beserta membawa Celia-sensei pergi dari kerajaan Beltram”

Sebenarnya Celia-sensei tidak mau melibatkan Rio lebih jauh lagi, namun setelah melihat tekad dari Rio, Celia-sensei pun memohon agar supaya dirinya dibawa pergi dari sini, dan dengan senang hati Rio pun akan membawanya pergi.

Meskipun semua pasukan kerajaan diperintahkan untuk menangkap Rio menggunakan teknik rohnya, Rio pun dapat mengalahkan pasukan dengan sangat amat mudahnya.

Diwaktu yang sama, Reiss yang tahu bahwa orang misterius itu adalah Rio, disini Reiss pun melancarkan sebuah serangan bertujuan untuk mengetest kekuatan roh yang dimiliki oleh Rio, dan dengan sangat mudahnya serangan itu berhasil ditangkis oleh Rio.

(kabur deh)

Charles yang emosi kenapa pengantinya kok bisa diculik langsung memerintahkan seluruh pasukan kerajaan untuk membawa Celia kembali, bahkan ksatria pedang terkuat kerajaan Beltram aja sampai turun tangan untuk menangkap Rio.

Terdapat banyak sekali Grifon atau ayam terbang yang langsung mengejar si Rio ini, agar supaya rencananya berhasil Rio meminta bantuan Aisha untuk membawa Celia-sensei pergi sementara Rio akan menjadi umpan untuk mengulur waktu.

(pergi deh Celia sama Aisha)

Beberapa jam pun telah berlalu dikala Rio ingin menyusul Aisha, secara tiba-tiba Rio langsung dihadang Afred selaku ksatria pedang terbaik pada kerajaan Beltram.

Seperti kata pepatah bahwa: “Ora Gelud Ora Smile”.

Terjadi pertempuran sengit antara Afred selaku raja pendang melawan Rio selaku MC Overpower, mengingat Rio telah berjanji untuk tidak membunuh orang kepada Celia-sensei, disini Rio hanya menghindari dan juga menahan serangan dari Afred aja.

Merasa diremehkan karena Rio tidak mau menyerang Afred tanpa basi-basi lagi Afred pun langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya, yakni menebas musuh dengan satu kali serangan.

Dan benar saja berkat serangan 1 tebasan dari Afred membuat area sekitar pun menjadi hancur lebur, jika seseorang terkena serangan itu maka sudah dipastikan orang itu akan hancur hingga tak tersisa.

Dan yah, keberadaan Rio pun juga hilang tak tersisa, tapi ya hilangnya karena kabur bukan karena hangus.

Tepat setelah berhasil kabur dari kerajaan Beltram, Rio pun langsung menuju ke tempat dimana Aisha berada, pada awalnya Celia-sensei tidak percaya bahwa Rio akan menyelamatkanya.

Bahkan hingga saat ini Celia-sensei menganggap bahwa insiden penculikan ini hanyalah sekedar mimpi belaka, akan tetapi dikarenakan Rio bilang bahwa semua ini bukanlah mimpi seketika membuat Celia-sensei pun merasa sangatlah bahagia.

Namun tak disangka tiada angin tiada hujan, secara tiba-tiba muncul cahaya dilangit yang ternyata cahaya itu merupakan sebuah sihir pemanggil dari dunia lain.

Diwaktu yang sama ketika cahaya muncul, Aisha merasakan akan kehadiran seseorang yang sekiranya orang itu sangat penting bagi Haruto.

Tanpa basi-basi lagi Aisha langsung meminta Haruto pergi sementara dirinya akan melindungi Celia dari mara bahaya.

Dan benar saja, bahwa cahaya itu telah berhasil memanggil beberapa orang yang berasal dari negara jepang, namun dikarenakan didekat mereka terdapat monster membuat orang yang terpanggil ini tertangkap oleh para bandit.

Mendengar suara orang Jepang yang meminta tolong, Rio pun langsung membantai para bandit tanpa basi-basi lagi, setelah rata bebasin deh.

Tak disangka, dari ke-3 orang yang berhasil diselamatin oleh Rio terdapat Ayase Miharu selaku orang yang sangat Haruto cintai.

Namun dikarenakan Haruto telah berubah menjadi Rio membuat Ayase Miharu pun tidak tahu bahwa pria yang ada didepanya adalah Amakawa Haruto selaku teman masa kecilnya dulu~wayalah.

(Apakah Ayase Miharu akan sadar bahwa Rio adalah Harutod selaku orang yang Miharu cintai?)

Jawaban itu akan kalian temukan pada season ke-2 nanti, oke mungkin itu aja pembahasan mengenai Nonton Anime Seirei Gensouki Season 1 Bahasa Indonesia, sampai bertemu dikesempatan selanjutnya, stay kerad and keep kalem, akhir kata sampai jumpa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Tukar Pulsa Jadi Uang

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel