-->

Nonton Anime Hige wo Soru. Soshite Joshikousei wo Hirou. Bahasa Indonesia

Sinopsis Anime Higehiro (Hige wo Soru. Soshite Joshikousei wo Hirou) – menceritakan tentang om-om kantoran bernama Yoshida yang sedang galau akibat cintanya bertepuk sebelah tangan.

Nonton Anime HigeHiro Sub Indo

Pada suatu malam ketika perjalanan menuju ke rumah tidak sengaja Yoshida melihat gadis SMA yang sedang duduk dipinggir jalan, merasa penasaran Yoshida pun segera menghampiri gadis SMA itu dan menyuruhnya untuk segera pulang.

Gadis ini bernama Ogiwara, Sayu. Namun dikarenakan kereta hari ini sudah tidak ada ditambah uang juga udah habis, Sayu pun memohon kepada Yoshida untuk diijinkan menginap ditempatnya.

Sebagai gantinya, Sayu memperbolehkan Yoshida untuk melakukan *ehem* kepada dirinya~*anjays*
Biar lebih family-friendly saya akan mengubah istilah bercocok tanam atau bermantap-mantap menjadi “service” aja lah ya~

Yoshida yang telah mabuk ditambah cintanya ditolak langsung mengajak Sayu menuju ke apartemen miliknya, dan mulai dari sinilah kehidupan Sayu bersama Yoshida pun dimulai~

Apakah mereka akan langsung bercocok tanam? Simak aja terus pokoknya ya, tapi sebelum itu mari kita bahas sedikit alasan enapa Sayu ini kabur dari rumahnya!

Ogiwara, Sayu seorang gadis SMA cantik yang berasal dari keluarga kaya pemilik Ogiwara Food selaku perusahaan manufaktur makanan terbesar Di Negara Jepang.

Meski begitu, hubungan keluarga milik Sayu tidak berjalan harmonis layaknya keluarga pada umumnya, akibat memiliki uang banyak, Ayahnya Sayu ini selingkuh dengan wanita lain tepat dimana istri sahnya sedang mengandung Sayu.

Bahkan parahnya, Ayahnya sempat menyuruh istrinya untuk menggugurkan si Sayu ini, namun ibunya Sayu yang tidak ingin ditinggal oleh suaminya memutuskan untuk tetap melahirkan si Sayu.

Namun hasilnya sama saja pada akhirnya Ayahnya Sayu pun pergi meninggalkan keluarganya, sejak saat itulah ibunya menganggap Sayu sebagai bukti bahwa suaminya sudah tidak lagi mencintainya dan mulai dari sini ibunya sangat membenci Sayu selaku anaknya sendiri.

Sayu yang sudah remaja dan sadar bahwa ibunya sudah tidak lagi mencintainya memutuskan untuk menjalani hidup bagaikan air mengalir, tidak memiliki tujuan, dan tidak berminat menjalin hubungan dengan orang lain.

Bahkan ketika terdapat salah satu pria tampan dan populer yang menyatakan cinta tanpa pikir panjang Sayu pun langsung menolaknya~

Melihat Sayu yang selalu sendirian, "Yuuko" selaku teman kelasnya pun datang untuk menghampirinya, selain menganggumi akan kencantikan dari Sayu, Yuuko ini juga ingin menjadi temanya.

Pada awalnya persahabatan mereka terlihat baik-baik aja, namun semua itu berubah ketika terdapat beberapa murid yang membully Yuuko akibat perbuatan Sayu di masa lalu.

Dimana "Wanita" yang kebetulan suka dengan pria tampan yang pernah di tolak oleh Sayu justru malah menyerang Yuuko sebagai bukti pelampiasanya.

(lah kok malah nyerang Yuuko?)

Yang pertama jika mereka nyerang Sayu justru malah merekalah yang malah gantian terbully, mengingat Sayu ini ceritanya adalah gadis cantik nan juga idaman.

Yang kedua, dikarenakan Yuuko dekat dengan Sayu dan berwajah biasa-biasa aja jadi kalau dibully pun ibarat kata tidak ada orang yang akan membela.

Melihat Yuuko yang selalu dibully, disini Sayu pun memikirkan berbagai cara untuk melindungi Yuuko, namun Yuuko yang tidak ingin melihat Sayu tersiksa akibat terus berusaha melindunginya memutuskan untuk bunuh diri di atas sekolahan.

Yang hingga pada akhirnya, Yuuko pun meninggal akibat dibully dan tidak ingin membuat Sayu menjadi tersiksa.

Tentunya melihat Yuuko selaku sahabat dekat bunuh diri tepat didepan mata membuat Sayu pun langsung jadi kena mental, ditambah lagi karena Sayu berada ditempat kejadian membuat banyak orang berfikir bahwa Sayu telah membunuh Yuuko.

Diwaktu yang sama, Ibunya Sayu yang stress akibat media selalu bertanya kronologi lengkap sekaligus tidak cinta kepada Sayu, langsung bertanya;

"Apakah jangan-jangan kamulah yang telah membunuh si Yuuko"

Sayu yang mendengar akan hal itu, memutuskan untuk pergi dari rumah agar tidak bertemu dengan ibunya lagi. Kebetulan dikala pergi kakaknya yang bernama "Issa" langsung bertanya kenapa Sayu terburu-buru.

Sayu pun bilang;

"Bahwa ibu telah menuduhku sebagai seorang pembunuh"

Kakak-nya yang ingin mengambil jalan tengah memutuskan membawa Sayu pergi dari rumah untuk sementara waktu, agar adiknya aman disini Issa juga memberikan sejumlah uang sebagai biaya untuk menginap di hotel.

Hingga tak terasa beberapa minggu telah berlalu, dikarenakan uangnya sudah habis tapi tidak ingin kembali dirumah, Sayu pun pergi jalan-jalan ke kota tanpa arah tujuan.

Tentunya melihat anak SMA yang keyuluran malam-malam salah satu om-om pun menyuruh Sayu untuk segera pulang, Sayu pun bilang bahwa dirinya sedang kabur dari rumah dan saat ini tidak memiliki tempat tujuan.

Mengingat malam hari adalah waktu yang sangat berbahaya bagi gadis SMA, om-om ini pun mengajak Sayu menginap di apartemen miliknya~

Pada awalnya om-om ini berperilaku biasa-biasa aja, namun semua itu berubah ketika jiwa laki-laki milik om-om ini mendadak menjadi bangkit.

Dan yep sebagai ganti atau bayaran menginap Sayu harus mengorbankan dirinya untuk dijadikan "alat bercocok tanam” bagi kaum laki-laki.

Tidak hanya satu atau dua pria saja, pasalnya kejadian ini terus berulang selama beberapa kali, dan tentunya Sayu sudah menjadi "alat" bercocok tanam oleh berbagai macam pria yang ada diluar sana~

Hingga pada suatu hari ketika Sayu sedang duduk disamping tiang listrik, Yoshida selaku om-om yang habis ditolak cintanya pun datang untuk memungut Sayu~

Anehnya sesampai diapartemen bukanya langsung *ehem*, Yoshida justru malah langsung tidur akibat tubuhnya yang merasa lelah, dan meskipun Sayu menawarkan diri akan tetapi Yoshida ini malah langsung segera menolaknya.

"Aku tidak tertarik dengan anak kecil" - ucap Yoshida

Sebagai gantinya, Yoshida ingin dibuatkan "Sup Miso" pada esok hari, tidur deh~

Hari pun menjadi pagi dan sesuai dengan permintaan Sayu pun langsung membuatkan Sup Miso untuk Yoshida, diwaktu yang sama Yoshida yang baru aja bangun langsung kaget kenapa ada gadis SMA di dalam apartemenya.

(lah kok malah kaget?)

Dikarenakan Yoshida kemaren habis mabuk membuat dirinya jadi lupa akan kejadian tadi malam atau lebih tepatnya ketika dirinya memungut si Sayu ini.

Sembari makan sup miso, Sayu pun menjelaskan mengenai kronologi lengkapnya~

Dikala suasana sudah menjadi tenang Sayu pun menawarkan diri untuk men-service Yoshida sekali lagi, meskipun imanya agak goyah namun Yoshida malah berkata bahwa dirinya tidak tertarik dengan anak kecil.

(jadi ceritanya Yoshida itu suka wanita yang lebih tua)

Ketika pikiran sudah menjadi tenang, Yoshida pun bertanya mengenai identitas dari gadis SMA ini.

Jadi nama lengkapnya adalah Ogiwara, Sayu seorang gadis SMA yang berasal dari kota Hokkaido, dikarenakan suatu alasan membuat dirinya kabur dari rumah selama beberapa bulan lamanya.

Baca juga: Nonton Anime Seishun Buta Yarou Bahasa Indonesia

Sayu juga bercerita bahwa selama ini dirinya menawarkan “service” sebagai bentuk bayaran atas penginapan, mendengar akan hal itu Yoshida yang ingin membetulkan pola pikir serta moral dari Sayu langsung menginjinkanya untuk tinggal diapartemen miliknya dengan syarat;

Sayu harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak, menyeterika, dan lain sebagainya~

Dan jika Sayu menggodanya dengan cara menawarkan sebuah service di malam hari maka Yoshida benar-benar akan mengusir Sayu tanpa basi-basi lagi, karena ya bagaimana pun Yoshida ini hanya tertarik dengan wanita dewasa.

(Tapi apakah benar Yoshida akan kuat imanya? Simak aja terus pokoknya ya)

Langkah pertama yang Yoshida lakukan yakni membelikan baju, kasur, selimut, dan hp agar supaya Sayu ini lebih mudah dihubungi.

Tentunya melihat kebaikan dari om-om yang tidak dikenal Sayu pun berfikir bahwa Yoshida berbeda dengan pria lain~

(padahal pada umumnya wanita selalu menganggap bahwa semua laki-laki itu sama aja)

Disisi lain melihat pakaian milik Yoshida yang selalu rapi ditambah jenggotnya selalu dicukur membuat munculnya sebuah gosip di kantor bahwa Yoshida sudah memiliki seorang pacar.

(padahal aslinya itu semua gara-gara seorang gadis SMA)

Disini yang tahu kalau Yoshida mungut gadis SMA hanyalah Hashimoto selaku sahabat dekatnya~

Hashimoto pun menyarankan untuk segera mengembalikan Sayu ke orang tua aslinya, soalnya kalau om-om memungut gadis SMA itu merupakan sebuah tindakan kriminal.

Tapi setelah dicek pada daftar orang hilang sama sekali tidak ada nama Sayu di dalam daftarnya, namun meskipun begitu jikalau terjadi apa-apa Yoshida sudah siap menanggung akan semua resikonya.

Setiap harinya Sayu selalu mengurus semua pekerjaan rumah sementara Yoshida kerja keras bagai nafaskuda untuk mencari nafkah.

Melihat Sayu yang selalu tersenyum dalam berbagai kondisi Yoshida pun menyuruhnya untuk segera menghentikan senyuman palsu itu.

Namun dikarenakan mengeluarkan senyuman palsu sudah menjadi kebiasaan bagi Sayu maka tidak mudah baginya untuk segera menghilangkan kebiasaan itu.

Tapi setidaknya Sayu akan berusaha menghentikan senyuman palsu ketika berada di depan Yoshida~

Oke kita berpindah di lingkungan kantor nih!

Setelah beredar gosip bahwa Yoshida memiliki seorang pacar, “Mishima” selaku pekerja baru telah membuat sebuah kesalahan dan sebagai pembimbingnya Yoshida menyuruhnya untuk segera memperbaiki kesalahan itu.

Mishima pun bertanya;

“Apakah jika projek ini gagal atau tidak selesai, apakah Yoshida akan dipecat?”

“Kagak, palingan cuman dinganti pembimbing doang”

Mendengar akan hal itu Mishima pun langsung kerja keras untuk segera memperbaiknya karena Mishima ini ternyata juga jatuh cinta kepada Yoshida~

Tek-tek-tek-tek-tek setelah bekerja keras bagai nafaskuda akhirnya Mishima telah berhasil menyelesaikan pekerjaanya, diwaktu yang sama setelah selesai Yoshida pun membelikan beberapa makanan untuk makan malam.

Nahh mengingat terdapat desas-desus “Yoshida sudah punya pacar”, Mishima pun mengira bahwa pacar yang dimaksud itu adalah Mbak “Goto”.

Yoshida pun menjawab;

“Bukanya berpacaran justru dirinya malah ditolak oleh mbak Goto ini”

FYI: Mbak Goto merupakan orang rang yang bertanggung jawab atas proyek yang dikerjakan oleh Yoshida dan kawan-kawan.

Mengetahui bahwa Yoshida tidak berpacaran dengan mbak Goto atau dengan kata lain masih jomblo membuat Mishima pun bahagia mendengar akan hal itu.

Tidak berhenti sampai disitu aja, melihat akhir-akhir ini Yoshida selalu memperhatikan HP dan pulang tepat waktu membuat mbak Goto pun curiga bahwa Yoshida sudah memiliki seorang pacar.

Untuk klarifikasi mbak Goto pun mengajak Yoshida untuk mabar atau makan bareng di restoran terdekat.

Anehnya meskipun kemarin telah menolak cinta dan katanya sudah memiliki pacar, mbak Goto ini malah bertanya apakah Yoshida itu berpacaran dengan Mishima.

(ngapain ngurusin hubungan orang lain coba?)

“Mishima cuman sebatas kohai atau juniornya aja, gak ada hubungan khusus” – jawab Yoshida.

Anehnya setelah mendengar akan hal akan hal itu seketika membuat mbak Goto pun langsung menjadi senang, tenang, dan juga bahagia!

Sebagai gantinya Yoshida boleh mengajukan 1 pertanyaan kepada dirinya dan tanpa basi-basi lagi Yoshida langsung bertanya;

“Ukuran Asset milik mbak Goto itu berapa”

“I-cup” – jawab mbak Goto~*anjays*

Seperti biasa sepulang kerja dirinya langsung disambut oleh Sayu dan juga telah dibuatkan makan malam, udah kek pasangan suami istri aja lah.

Dikala hari menjadi malam Sayu selalu terbayang-bayang dengan masalalu entah itu tentang temanya, keluarganya, hingga berbagai macam pria yang pernah ia temui dan Yoshida lah satu-satunya lelaki yang sangat aneh.

“Masa ditawari service aja kagak mau?”

Sebenarnya Sayu ingin nyoba nawarin service sekali lagi namun kalau nglakuin itu nanti bisa diusir membuatya pun mengurungkan akan niat itu.

Hari pun berganti dikarenakan Mishima sudah menyelesaikan pekerjaan lebih awal dirinya pun meminta Yoshida selaku pembimbingnya untuk memberikan hadiah, dan hadiah itu yakni nobar atau nonton bareng di bioskop terdekat.

Ketika ingin pergi ke bioskop tidak sengaja Yoshida bepapasan dengan mbak Goto, melihat Mishima dan Yoshida pergi bersama mbak Goto pun berspekulasi bahwa mereka berdua benar-benar berpacaran.

(padahal ya kemaren udah dibilang bahwa mereka tuh gak pacaran, cuman ya karena mbak Goto itu wanita jadi dimaklumi saja)

Sebelum pergi nobar, Yoshida bilang ke Sayu bahwa dirinya mau nobar sama teman wanitanya.

Tek-tek-tek-tek-tek setelah selesai nonton film mereka pun mengulas kesan, pesan, dan kesan dari film yang telah mereka tonton.

Sebagai salam perpisahan dan ucapan terimakasih karena telah ditemani Mishima langsung memeluk Yoshida ini tanpa basi-basi.

Disisi lain, Sayu yang masih kepikiran kenapa Yoshida tidak mau diservice langsung segera pergi menuju ke tempat Yoshida, sekalian mau liat tipikal wanita yang disukai itu seperti apa.

Tak disangka ehh tak disangka Sayu malah melihat Mishima dan Yoshida yang sedang berpelukan, merasa sakit hati melihat akan hal itu Sayu pun langsung segera pergi tapi tidak kembali ke rumah.

Tentunya mengetahui bahwa Sayu tidak ada dirumah membuat Yoshida jadi qtar-qtir ketika mencarinya~

Dikala sedang merenung di taman tak disangka Mishima datang menghampirinya, mengingat jika anak SMA keluar rumah malam-malam itu akan ditangkap polisi disini Mishima pun nemenin Sayu sembari menunggu kereta datang.

Sayu pun bercerita;

“Bahwa dirinya saat ini sedang gelisah, lantaran kepikiran kenapa ada seseorang melakukan kebaikan tanpa mengharapkan suatu imbalan”

Jadi pola pikir Sayu tuh kedua belah pihak harus sama-sama diuntungkan lah, seperti halnya kalau ada orang yang ngasih tempat tinggal maka Sayu harus memberikan service sebagai bayaranya.

“Tapi kok ada orang yang gak mau diservice coba?” – simpelnya sih gitu.

Mishima pun bilang;

“Orang seperti itu memang ada kok, dimana berbuat kebaikan tanpa mengharapkan suatu imbalan”

“Daripada overthinking atau kepikiran mulu, mendingan tanya ke orangnya langsung aja, kenapa kok dia gini, kenapa kok bisa gitu”

Ehh gak taunya mereka berdua itu sama-sama ngomong om-om jenggotan bernama Yoshida, dimana Mishima ini dulunya juga pernah berfikir sama seperti Sayu.

Mengingat hari sudah menjadi malam, Yoshida pun langsung mengajak Sayu pulang sementara Mishima akan minta penjelasan dihari yang akan datang.

Tanpa basi-basi lagi sesampai dirumah dan berkat saran dari Mishima, Sayu pun langsung merayu Yoshida sembari bertanya kenapa dirinya bersikap baik tanpa meminta imbalan.

Jika Yoshida meminta maka Sayu juga tidak keberatan memberikan service sebagai bayaran menginap, soalnya Yoshida juga gak ada untungnya ngebiarin Sayu tinggal di apartemenya, rugi lah.

Sayu juga bertanya kenapa Yoshida tidak tertarik kepadanya, padahal kalau diliat-liat asset milik Sayu itu juga lumayan besar jika dibandingkan dengan gadis SMA lainya.

“Apakah Yoshida suka sama cwk.....”

Melihat Sayu yang tidak menggunakan apa-apa dengan cepat Yoshida pun langsung menyuruhnya untuk segera menggunakan pakaian.

Sebenarnya iman milik Yoshida ini sempat goyah ketika dirayu sama Sayu, tapi balik lagi ke poin-1 bahwa dirinya tidak tertarik dengan anak kecil dan lebih tertarik dengan wanita yang lebih dewasa.

(katanya sih, tapi tanpa disadari Yoshida ini sebenarnya mulai suka dengan si Sayu)

Agar supaya Sayu tenang, Yoshida bilang bahwa Sayu itu cantik, imut, dan juga wangy, jikalau saja Sayu lebih dewasa atau bukan gadis SMA mungkin aja Yoshida udah jatuh cinta sejak dari lama.

Dan berbicara keutungan, Yoshida sangat terbantu dalam urusan rumah salah satu contohnya yakni semua baju-nya menjadi rapi, dan berkat keberadaan Sayu membuat suasana di apartemen menjadi nyaman.

Tentunya Sayu yang mendengar akan hal itu seketika membuatnya langsung menjadi sangat bahagia~

Hari pun berganti setelah kemarin dapat pencerahan dan daripada gabut disini Sayu meminta ijin untuk bekerja paruh waktu di Toserba atau Toko Serba Ada.

Karena kebetulan ada toserba terdekat Yoshida pun langsung mengijinkanya, siapa tau pas kerja nanti Sayu juga bisa mendapatkan teman~

Tek-tek-tek-tek-tek secara singkat Sayu pun berhasil diterima kerja paruh waktu di toserba atau toko serba ada, selain diterima kerja Sayu juga mendapatkan teman bernama “Asami” seorang gadis sosialita yang berpenampilan layaknya “Gyar”.

Ingin lebih dekat dan mengenal Sayu lebih jauh lagi, setelah selesai kerja Asami ingin mampir ke rumahnya, namun sebelum itu Sayu mengirim pesan ke Yoshida untuk menyuruhnya berpura-pura menjadi kerabat dekat atau saudaranya.

(biar Asami gak tau kalau sebenarnya Sayu itu dipungut, setuju deh)

Hari pun menjadi malam dan sesuai rencana Asami benar-benar pergi ke apartemen, sama seperti kesepakatan bahwa disini Yoshida pura-pura bahwa mereka berdua adalah kerabat jauh.

Hingga tak terasa hari pun menjadi malam dikarenakan Asami merupakan perempuan disini dirinya meminta Yoshida untuk diantarkan pulang, dikala perjalan pulang Asami bilang;

“Bahwa Yoshida sangat payah ketika sedang berbohong tadi”

Asami tuh tahu bahwa Yoshida dan Sayu itu bukanlah kerabat dekat apalagi memiliki hubungan saudara, namun demi menghargai perasaan milik Sayu disini Yoshida memilih untuk tetap diam hingga waktunya Sayu akan memberitahu tentang kebenaranya.

Baca juga: Nonton Anime Shuumatsu no Harem Bahasa Indonesia

Hari pun berganti ditempat kerja melihat akhir-akhir ini Yoshida selalu memantau HP seperti menunggu pesan dari pacarnya sekaligus sering pergi dengan Mishima membuat mbak Goto pun cemburu akan hal itu.

Untuk klarifikasi mbak Goto pun langsung mengajak Yoshida untuk mabar atau makan bersama, tanpa basi-basi lagi mbak Goto pun bertanya;

“Apakah benar Yoshida tidak berpacaran dengan Mishima?”

“Dibilangin kagak ya kagak, gak percaya amat dah” – ucap Yoshida

“Lah terus kenapa kok pulang tepat waktu coba?”

Setelah mendengar akan hal itu Yoshida mau memberitahu tentang alasanya dengan syarat harus menjawab pertanyan tentang;

“Kenapa mbak Goto ribut ngurusin Yoshida? Ngapain gak ngurusin pacarnya aja?”

Sembari berwajah malu, sebenarnya Mbak Goto ini masih jomblo atau sendirian, Yoshida yang tidak percaya langsung bertanya kenapa kemarin nolak cintanya sekaligus bilang kalau udah punya pacar?

Sebenarnya mbak Goto ini juga cinta kepada Yoshida namun kalau mereka berpacaran, nanti Yoshida gak jadi mungut Sayu dong!

Maksudnya mbak Goto tuh takut jikalau berpacaran dengan Yoshida justru malah akan merusak hubungan dekatnya selama ini~

Melihat wajah dari Yoshida yang meragukan akan perkataanya, Mbak Goto pun bertanya;

“Bagaimana cara membuat Yoshida percaya?”

Tanpa basi-basi lagi Yoshida pun bilang;

“Bercocok tanamlah denganku!”

Anehnya bukanya marah atau gimana, mbak Goto malah bilang;

“Tapi diriku ini tidak berpengalaman”~wayalah.

Yep, mbak Goto ini ternyata masih tersegel rapi atau masih suci, mendengar akan hal itu dengan cepat Yoshida pun langsung meminta maaf dan tentunya karena dikira bercanda membuat mbak Goto pun jadi sedikit kesal.

Namun meskipun begitu Mbak Goto akan berusaha untuk membuat Yoshida jatuh cinta kembali kepada dirinya, tapi biar impas Yoshida tidak mau menerima cinta dari mbak Goto untuk sementara waktu, biar tau rasanya kalau cintanya ditolak tuh kek gimana~

(padahal langsung gass aja gpp yak, tapi ya yaudah lah)

Terlepas dari itu sesuai janji, Yoshida pun langsung memberitahu alasan kenapa dirinya selalu pulang tepat waktu dan sering kali menunggu pesan dari seseorang.

(diceritain deh pertemuanya dengan Sayu)

Disisi lain atau diapartemen, Sayu mendapatkan pesan dari Yoshida bawasanya dirinya akan membawa mbak Goto menuju ke apartemen, Sayu yang berfikir bahwa mereka berdua akan bercocok tanam memutuskan untuk segera pergi mencari penginapan lain.

Ehh gak taunya mbak Goto ini ingin bertemu dengan si Sayu~*wayalah*

Mau ngapain kah mereka bertiga? Apakah mau 1 vs 2? Simak aja terus pokoknya

(Tapi disini Yoshida hoky ya, disukai sama Mishima, Sayu, Goto, dan mungkin Asami juga bakal suka)

Sebelum pergi ke apartemen Yoshida dan Mbak Goto membeli beberapa cemilan terlebih dahulu, sesampai di apartemen mbak Goto mengawali pembicaraan dengan bertanya;

“Apakah Yoshida udah ngapa-ngapain Sayu atau belum?”

“Kagak, disentuh aja malah enggak pernah”

Setelah suasana menjadi tenang, mereka menyuruh Yoshida untuk pergi mencari bahan makanan sementara Sayu dan Mbak Goto akan berbicara berduaan.

Tepat setelah Yoshida pergi Mbak Goto langsung pertanya;

“Alasan kenapa Sayu pergi meninggalkan rumah?”

Pada awalnya Sayu tidak mau menjawabnya namun setelah diceramahi oleh mbak Goto dirinya pun langsung menceritakan mengenai sedikit tentang masalalunya.

(terkecuali bagian yang temenya bundir ya)

Kaget dong mbak Goto, karena masih kecil Sayu udah punya pengalaman menjadi kang service, sementara mbak Goto aja yang udah dewasa tapi masih tersegel.

Setelah diberi saran untuk menghadapi masalalu bukan melarikan diri dari masalalu seketika membuat Sayu pun menangis akibat merasa tercerahkan~

Disisi lain atau di supermarket tidak sengaja Yoshida bertemu dengan Mishima, dikala pulang tiada angin tiada hukan Mishima langsung bertanya;

“Jika dirinya ingin menginap di apartemen, apakah Yoshida memperbolehkanya?”

“Ngapain juga pake acara nginep segala, mending pulang!” – ucap Yoshida.

Dengan nada marah, “Terus kalau mbak Goto nginep gimana?”

“Lahh ngapain bawa-bawa nama mbak Goto?”

“Mbak Goto dirumah-mu kan?” – tegas Mishima

Lah kenapa Mishima bisa tahu? Jadi sejak mabar atau makan bersama di restoran Mishima ini mengikuti Yoshida secara diam-diam.

Agar Mishima tenang mereka berdua pun ngobrol sebentar dipinggir jalan, sebelum pulang Mishima pun menegaskan;

“Bahwa Yoshida harus menentukan sebuah prioritas, kalau suka sama Mbak Goto ya tinggalin Sayu, atau kalau suka Sayu ya tinggalin mbak Goto”

Tapi kalau gak suka dua-duanya, ya tau sendiri lah harus pilih siapa, Asami contohnya~wkwk

Yoshida yang beranggapan bahwa Mishima nyuruh untuk mengusir Sayu seketika membuat Yoshida merasa sedikit emosi~

(pulang deh karena kereta udah mau datang)

Sesampai di apartemen tak disangka mbak Goto sedang merias si Sayu, tentunya melihat wajah imut dan cantik dari Sayu seketika membuat Yoshida jadi agak terpesona.

Nahh mengingat hari menajdi malam kini sudah waktunya bagi mbak Goto untuk pulang, dianterin deh sama Yoshida.

Hari pun berganti ketika ingin bekerja di toserba tak disangka terdapat pegawai bernama “Yaguchi, Kyouya” dimana dia merupakan pria yang pernah diservice oleh Sayu.

Anehnya bukanya memanggil nama Sayu tapi Kyouya ini malah manggi nama Miyuki!

Yep, selama jadi tukang service Sayu selalu menggunakan nama palsu untuk menyembunyikan akan identitas aslinya, dan Miyuki adalah salah satu nama palsu yang pernah ia buat.

Tidak ingin terlibat lebih jauh lagi disini Sayu berpura-pura tidak mengenal si Kyouya ini, melihat Sayu yang agak ketakutan dengan cepat Asami pun langsung segera mengusir Kyouya.

“Kerja saja tod, malah santai-santai”

Hari pun menjadi sore dikala pulang dan karena penasaran, Kyouya pun datang kembali menghampiri Sayu.

“Jika masalalu tidak ingin dibongkar maka Sayu harus mengajaknya menuju ke rumah, jika menolak maka seluruh masalalunya akan dibongkar ke Asami dan akan melaporkan orang yang telah menampung si Sayu ini.”

(terpaksa diajak deh)

Dan benar saja sama seperti yang kalian pikirkan sesampai di apartemen Kyouya langsung menyerang Sayu secara membabi brutal, sebenarnya Sayu tidak keberatan jikalau masalalunya dibongkar.

Tapi kalau sampai Yoshida kena masalah gara-gara dirinya membuat Sayu pun rela menjadi alat service bagi si Kyouya, ya tujuan biar si Kyouya ini tetap diam lah.

Namun tepat ketika Kyouka akan melancarkan rudalnya secara tiba-tiba Yoshida datang dan langsung segera mengusir Kyouya!

Sebelum pergi Kyouya pun bilang meskipun Yoshida benar-benar serius dalam mengurus Sayu akan tetapi hal itu tidak akan menjamin masa depanya, kenapa?

(Karena Yoshida itu bukanlah orang tua kandungnya!)

Mengingat untuk mengurus sekolah, kuliah atau hal administrasi lainya itu harus dilakukan oleh orang tua kandungnya, sedangkan Yoshida disini hanyalah om-om jenggotan yang habis ditolak cintanya.

(ya meskipun semenjak ada Sayu jenggotnya dicukur sih)

(pergi deh Kyouya)

Setelah itu Sayu langsung segera meminta maaf kepada Yoshida, karena jika Kyouya besok melaporkan maka kemungkinan terburuk Yoshida ini bisa ditangkap sama polisi.

Yoshida pun berpesan bahwa Sayu harus mulai memperdulikan dirinya sendiri, jikalau memang benar Yoshida besok ditangkap maka ya itu merupakan salahnya sendiri!

Hari pun berganti melihat Sayu yang murung di tempat kerja, Asami pun langsung menghampiri Kyouya dan bertanya;

“Kenapa kok Sayu bisa seperti itu? Habis lu apain tod?”

(dijelasin deh)

Mengetahui bahwa Kyouya kemarin nyerang Sayu tanpa basi-basi lagi Asami pun langsung menamparnya, anehnya meskipun begitu Kyouya ini tidak membocorkan masalalu tentang Sayu, karena ya sesuai janji:

“Jika Sayu mengajaknya ke rumah maka Kyouka tidak akan membongkarnya” – intinya sih gitu.

Hari pun menjadi sore ketika pulang Sayu pun mendapatkan pesan bahwa selama 1 hari kedepan Yoshida akan menginap di dalam perusahaan, dan daripada gabut disini Asami mengajak Sayu pergi jalan-jalan.

Sebelum itu Asami ingin ganti baju di rumahnya terlebih dahulu, tak disangka eh tak disangka ternyata Asami itu berasal dari keluarga yang sangat kaya, hal ini bisa dilihat bahwa rumah yang ditinggalinya itu gedenya segede gaban.

Namun meskipun begitu di dalam rumah itu yang tinggal hanya Asami aja mengingat orang tuanya selalu sibuk mengurus pekerjaan, bapaknya politikus, sedangkan ibunya adalah pengacara.

Dikala perjalanan menuju ke tujuan Sayu pun bercerita mengenai masalalunya, dimulai dari kabur dari rumah, jadi kang service dan ketemu Kyouya hingga dipungut sama Yoshida.

Untuk adu nasib sesampai di tempat tujuan Asami juga bercerita tentang masalah keluarganya, dikarenakan orang tuanya sibuk bekerja dan jarang diperhatikan Asami ini sampai nekat menjadi wanita Gyar agar di notice sama orang tuanya.

(jadi Asami dulu tuh sebenarnya ya wanita biasa, bukan cewek cabe-cabean lah)

Asami juga memiliki cita-cita menjadi seorang novelis namun hal itu tolak karena orang tuanya ingin menjadikan anaknya sebagai seorang pengacara.

Setelah mengetahui masalalu dan masalah dari kedua belah pihak membuat hubungan persahabatan mereka pun kini semakin dekat!

Hari pun menjadi sore sepulang dari kerja Sayu pun langsung bilang ke Yoshida bahwa dirinya ingin menghadapi masalalu dan segera memikirkan masa depan, hal itu dimulai dari tujuanya yakni kembali ke rumah.

Namun sebelum benar-benar siap menghadapi masalalunya Sayu meminta ijin tinggal disini untuk sementara waktu.

“Jangankan beberapa minggu, selamanya pun juga akan aku tampung” – ucap Yoshida di dalam hati.

Hari pun berganti selama beberapa hari terakhir, Asami selalu melihat mobil yang selalu berhenti di depan toserba tanpa membeli, tapi ya bodo amat lah~

Disisi lain atau di tempat kerja setelah mendeklarasikan perang kini mbak Goto pun jadi semakin agresif, Mishima yang melihat akan hal itu langsung segera melabrak mbak Goto tanpa basi-basi lagi.

Secara singkat disini mereka membahas tentang Sayu dan perihal bagaimana jikalau besok Yoshida malah jatuh cinta dengan si Sayu.

“Yaudah mau gimana lagi, yang terjadi biarlah terjadi” – jawab mbak Goto.

Namun Mishima yang tidak ingin tinggal diam langsung segera melancarkan serangan ke Yoshida dengan cara meminta nomor teleponya.

Sebenarnya Mishima ini selalu memberikan kode namun Yoshida yang kurang peka membuatnya tidak sadar akan kode yang telah diberikan, Mishima yang sudah tidak tahan lagi tanpa pikir panjang dirinya langsung menyatakan cinta kepada Yoshida ini.

Tapi tetap saja, Yoshida malah afk dikarenakan merasa kebingungan ini tuh bercanda apa kagak, namun setidaknya Mishima telah mendapatkan nomor telepon milik Yoshida, pergi deh.

Tambahan info aja, sesampai dirumah ketika bersih-bersih tidak sengaja Sayu menemukan foto milik Yoshida bersama dengan seorang wanita bernama “Kanda, Ao”.

Secara singkat wanita itu adalah kakak kelasnya sekaligus pacarnya Yoshida, dan mereka berdua pernah bercocok tanam sewaktu masih berpacaran~

(diam-diam memang diam si Yoshida ini)

Hari pun berganti ketika bekerja sesama Kyouya, lagi-lagi terdapat mobil yang parkir tepat di depan toserba atau toko serba ada, namun kali ini mobil itu tidak hanya sekedar parkir pasalnya terdapat seorang pria yang sedang menuju ke toserba.

Baca juga: Nonton Anime Classroom Of The Elite Bahasa Indonesia

Anehnya ketika melihat pria itu seketika membuat Sayu langsung qtar-qtir menjadi panik, Kyouka yang sadar akan hal itu langsung menyuruh Sayu untuk pergi ke ruang staff secara diam-diam.

Setelah ditemuin ternyata beliau ini adalah “Ogiwara, Issa” selaku kakak kandung dari Sayu, tujuan beliau datang kemari ya apalagi kalau bukan untuk membawa pulang adiknya.

Dari sini sudah terjawab kenapa dari kemaren terdapat mobil yang numpang parkir tepat di depan toserba, ya apalagi kalau bukan untuk mencari Sayu.

Tapi untungnya ketika Issa bertanya “Sayu ada dimana?” dengan cepat Kyouya langsung bilang “Bahwa tidak ada nama Sayu pada daftar pegawai”.

Tidak berhenti sampai disitu aja, Issa bersama pegawainya juga terus mencari Sayu dimanapun kapanpun kemungkinan Sayu berada, bahkan ketika Sayu sedang pergi ke supermarket tidak sengaja Sayu melihat kakaknya yang sedang mencarinya.

Untungnya saja terdapat Mishima yang langsung membawa Sayu menuju ke tempat karaoke untuk bersembunyi, Dikala suasana sudah menjadi tenang Mishima pun bilang;

“Jika Sayu sudah dikejar-kejar menandakan waktunya sudah tidak lama lagi”

(ya intinya suruh pulang lah)

Mishima juga langsung mengirimkan pesan ke Yoshida biar bisa nenangin Sayu~

Tek-tek-tek-tek-tek setelah lari secepat kuda Yoshida pun telah sampai ke tempat karaoke untuk menjemput Sayu, dengan wajah khawatir Yoshida segera mengajak Sayu pulang sembari membawakan barang belanjaanya.

Nahh, melihat wajah khawatir dari Yoshida seketika membuat Mishima angsung menjadi nangis karena selama ini Yoshida sama sekali tidak pernah mengeluarkan ekspresi itu kepada dirinya.

(cemburu lah ceritanya)

Dikala perjalanan pulang tidak sengaja Sayu melihat sebuah poster festival dengan spontan Yoshida langsung mengajak Sayu untuk pergi ke festival.

Meskipun awalanya ragu, Sayu pun langsung menerima akan ajakan itu~

Seperti biasa dikala festival, Sayu menggunakan Yukata atau baju tradisional pada Negara Jepang, melihat tubuh dan wajah kawai dari Sayu membuat Yoshida pun terpesona akan hal itu.

Setelah jalan-jalan kesana kemari tak terasa acara utama festival pun akan segera dimulai, dikala melihat kembang api sembari bergandengan tangan mereka berdua bercerita mengenai masalalu dimana awal mula Yoshida memungut Sayu.

Ketika suasana sudah menjadi romantis, tidak sengaja Yoshida pun bilang;

“Apakah kamu benar-benar akan pulang?”

Yang menandakan bahwa Yoshida tidak ingin Sayu pulang~*wayalah*

Namun dengan cepat Yoshida langsung menyuruh Sayu untuk melupakan akan perkataan itu, pulang deh~

Hari pun menjadi pagi anehnya meskipun hari libur tak disangka terdapat orang yang datang untuk bertamu, mengira orang itu adalah kurir paket ehh gak taunya orang itu adalah Issa selaku kakak kandung dari Sayu.

(Lah kok bisa tahu apartemenya Yoshida?)

Saya juga kurang tahu sih, tapi ada 2 kemungkinan

Yang pertama dikasih tahu sama Mishima akibat cemburu, dan yang kedua berkat the power of employer atau para pegawainya si Issa, mengingat beliau ini memiliki banyak uang.

Tujuan Issa datang kemari yakni ingin segera membawa Sayu pulang karena ya bagaimana pun jika Sayu tinggal berdua sama laki-laki maka bisa saja Sayu akan diserang sama Yoshida.

Ditambah lagi selama ini mental ibunya tidak stabil akibat selalu mencari akan keberadaan Sayu, mendengar Yoshida yang dijelek-jelekan tepat didepan matanya seketika membuat Sayu pun langsung jadi emosi~

Biar gak ganggu tetangga Yoshida pun menyuruh Issa untuk masuk ke dalam, disini Yoshida juga menjelaskan awal mula pertemuanya dengan Sayu dan meminta Issa memberikan waktu untuk Sayu berfikir.

Karena jika tiba-tiba diajak pulang tentunya membuat Sayu kaget dan mentalnya juga belum siap, melihat permintaan tulus dari Yoshida, Issa pun akan memberikan waktu selama 1 minggu, setuju deh.

Nahh sebelum benar-benar pulang ke rumah disini Sayu memanggil Asami menuju ke apartemen, setelah semuanya berkumpul Sayu pun mulai bercerita mengenai masalalu lengkapnya.

Mulai dari Ayahnya yang selingkuh, temanya Yuuko yang bunuh diri, hingga rela menjadi tukang service demi mendapatkan tempat untuk menginap.

(buat yang mau lupa masa lalu lengkapnya silahkan simak bagian awal-awal)

Mengetahui masalalu yang kelam tentunya membuat Asami menangis sembari menenangkan Sayu, tidur deh Sayu.

Beberapa hari lagi sebelum benar-benar pergi Sayu menuliskan semua resep makanan yang Yoshida sukai, jadi kalau besok Sayu udah gak ada tuh Yoshida tetep bisa bikin makanan.

Dikala hari menjadi malam Sayu juga mengajak Yoshida menuju ke tempat favorit milik Asami, secara singkat Sayu pun bilang bahwa dirinya sangat bersyukur bisa kabur dari rumah yang hingga pada akhirnya dipungut oleh Yoshida.

Tentunya mendengar akan hal itu membuat Yoshida juga agak sedikit terharu~

Dikarenakan besok sudah waktunya pulang disini Sayu pun ingin tidur bareng bersama Yoshida, agar supaya Sayu tidak takut dan mental tetap aman Yoshida akan ikut pergi ke Hokkaido untuk menemaninya.

Tentunya karena Yoshida ikut ke Hokkaido meski sementara waktu membuat Sayu pun senang mendengar akan hal itu!

Hari pun berganti dan Hari ini Yoshida, Sayu, bersama dengan Issa akan pergi ke Hokkaido, tentunya sebelum pergi Sayu juga berpamitan kepada Asami selaku sahabat terbaiknya.

Tek-tek-tek-tek-tek sesampai di bandara sebelum pergi ke Hokkaido disini Yoshida dan Sayu mampir ke kafe sementara Issa sedang meminta ijin untuk pergi keluar kota.

Meski beliau adalah pemilik perusahaan tapi tetap saja tidak bisa pergi keluar kota tanpa suatu alasan~

Dikala perjalanan menuju ke rumah secara tiba-tiba Sayu ingin pergi ke sekolahan, kenapa? Karena Sayu ingin menghadapi masalalu kelamnya terkait Yuko yang bunuh diri akibat dirinya.

Ditemani oleh Yoshida Sayu pun benar-benar masuk ke dalam sekolah dan segera menuju ke atap sekolah, melihat tempat dimana temanya bunuh diri seketika membuat Sayu pun langsung jadi kena mental.

Dan dengan spontan Sayu ingin lompat dari atas atap sekolahan sama seperti Yuko, namun sayang tidak semudah itu fergianti karena semenjak insiden bunuh diri pihak sekolah sudah memasang pembatas besi.

Melihat Sayu yang kena mental Yoshida pun langsung bilang bahwa semua ini bukanlah salahmu, setelah mendengar sedikit ceramah dari Yoshida kini Sayu pun sudah tercerahkan.

Dan untuk yang terakhir kalinya Sayu pun mengucapkan selamat tinggal kepada Yuko selaku sahabat terbaiknya, dengan begini Sayu telah berhasil menghadapi salah satu penyesalanya yakni membiarkan sahabatnya mati.

(balik deh ke rumah)

Sesampai di rumah bukanya disambut Sayu ini malah langsung ditampar sama ibunya!

(Lah kenapa? Kemaren katanya nyari Sayu?)

Iya, tapi gara-gara kepergian Sayu membuat seluruh pekerjaanya jadi terganggu akibat media selalu datang untuk menanyakan kabar Sayu, terlebih lagi Sayu ini sempat diduga sebagai seorang pembunuh.

(ya intinya ibunya ini juga stress lah)

Biar cek-coknya nyaman mereka pun pergi ke ruang tamu untuk baku-hantam maksudnya untuk berdiskusi.

Terjadi perdebatan hebat antara Sayu dan Ibunya yang membahas mengenai keluh kesah dari masing-masing pihak, kenapa kok gini, kenapa kok bisa gitu, dengan spontan ibunya pun bilang;

“Aku seharusnya tidak melahirkanmu saja!” – wayalah~

Tentunya mendengar akan perkataan itu membuat Sayu pun langsung menangis tersedu-sedu, agar supaya masalah cepat terselesaikan Yoshida pun bilang;

“Sebenarnya Yoshida ingin menampung Sayu, namun mengingat dirinya bukanlah orang tua kandung maka Yoshida tidak bisa mengurus mengenai masa depanya, soalnya ngurus administrasi itu harus dari pihak keluarga”

Sembari berlutut atau bersujud Yoshida pun bilang;

“Anda adalah satu-satunya ibunya Sayu, dan hanya anda-lah satu-satunya orang yang bisa merawat hingga Sayu bisa hidup mandiri”

Tak lama kemudian setelah itu Issa selaku kakaknya pun juga ikut berlutut memohon kepada ibunya, tentunya setelah melihat akan hal itu membuat Ibunya pun kini agak sedikit tercerahkan.

Ibunya pun berjanji akan menampung dan merawatnya hingga Sayu bisa hidup mandiri~

Hari pun menjadi malam dikala ingin tidur secara diam-diam Sayu pun masuk ke kamar Yoshida, dikarenakan hari ini adalah hari terakhir Sayu pun ingin memberikan service untuk yang terakhir kalinya.

Meskipun iman milik Yoshida kali ini hampir saja goyah namun dengan cepat Yoshida pun langsung menolaknya~

Hari pun berganti sebelum berpisah Issa pun memberikan sejumlah uang sebagai bentuk terimakasih dan dengan cepat Yoshida pun langsung menolaknya.

“Alangkah baiknya uang itu digunakan membeli baju untuk Sayu”

Sembari menunggu pesawat landing, Sayu dan Yoshida pun ngobrol-ngobrol terlebih dahulu.

Untuk yang ke-2 kalinya Sayu pun bilang bahwa dirinya sangat bersyukur bisa kabur dari rumah yang hingga pada akhirnya dipungut oleh Yoshida.

Tak disangka tiada angin tiada hujan secara tiba-tiba Sayu langsung menyatakan cinta kepada Yoshida, tapi ya tetap meski agak kaget namun Yoshida langsung segera menolaknya!

(soalnya Sayu tuh masih anak kecil)

“Lah terus kalau udah dewasa gimana?” – tegas Sayu

Yoshida pun menjawab bahwa dirinya tidak akan menunggu Sayu hingga dewasa, keburu udah tua kalau nungguin, akan tetapi meskipun Yoshida tidak menunggu Sayu tetap akan datang menghampiri Yoshida dimasa yang akan mendatang.

(pulang deh)

Sesampai di rumah tak disangka Sayu meninggalkan baju seragam sekolah sebagai bentuk kenang-kenangan, siapa tau Yoshida mau mengendus-endus bajunya Sayu~

Beberapa tahun pun telah berlalu dan kini Mishima telah menjadi pegawai profesional, mbak Goto jadi semakin agresif, dan Asami sudah tobat jadi wanita gyar dan lekas belajar menjadi seorang penulis novel.

Disuatu malam ketika Yoshida pulang ke rumah tidak sengaja dirinya melihat seseorang yang sedang duduk di dekat tiang listrik, ternyata ehh ternyata orang itu adalah Sayu yang kini usianya sudah beranjak dewasa.

Cerita ditutup ketika Sayu bertanya;

“Bolehkan aku menginap ditempatmu?”~*anjays

Dan ceritanya berakhir sampai disini, apakah Sayu akan memberikan service kepada Yoshida? Mengingat Sayu kini udah dewasa? Jawaban itu akan kalian temukan kalau ada S2 atau enggak OVA dari anime ini.

Oke mungkin itu saja pembahasan mengenai Nonton Anime Hige wo Soru Bahasa Indonesia, sampai bertemu dikesempatan selanjutnya, stay kerad and keep kalem, akhir kata sampai jumpa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Tukar Pulsa Jadi Uang

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel