-->

Nonton Anime The Daily Life of the Immortal King Bahasa Indonesia

Sinopsis Anime The Daily Life of the Immortal King (Xian Wang de Richang Shenghuo) – menceritakan tentang seorang kultivasi terkuat bernama Wang Ling dimana memiliki kekuatan sihir diluar nalar manusia.

Nonton Anime The Daily Life of the Immortal King Sub Indo

Bahkan karena saking kuatnya dirinya harus menggunakan sebuah segel agar supaya area disekitarnya tidak hancur akibat distorsi kekuatanya!

Wang Ling merupakan eksistensi atau entitas yang hampir tidak terkalahkan bahkan raja iblis hingga dewa sekalipun tidak ada yang mampu dalam melawan Wang Ling ini.

Sama seperti judulnya yakni “Immortal King”, Wang Ling ini aslinya adalah reinkarnasi dari Raja Keabadian~

Namun meskipun memiliki kekuatan yang besar akan tetapi Wang Ling lebih memilih untuk menyembunyikan kekuatanya agar supaya bisa menjalani kehidupan sekolah layaknya seorang murid pada umumnya.

(tidak ingin mencolok lah)

Sebelum menuju ke alur cerita utamanya mari kita bahas mengenai backstory dari donghua atau anime ini biar nanti gak bingung lah, dan perlu digaris bawahi bahwa ini adalah donghua bukan anime tapi biar lebih mudah kita panggil anime aja.

The Daily Life of The Immortal King berlatar waktu di dunia moderen dimana teknologi dan juga kekuatan kultivasi saling melengkapi satu sama lain, biar lebih mudah kita akan ganti istilah Kultivasi menjadi kekuatan sihir aja, tapi asinya adalah Kultivasi.

Pada suatu hari di dunia lain raja iblis yang gabut pun menyuruh salah satu bawahanya untuk menginvasi bumi, mendengar permintaan dari sang raja iblis salah satu bawahanya pun langsung mengirimkan monster kodox bernama “Tuntian Ha” ke bumi bertujuan untuk meratakan semua umat manusia.

Tentunya dikarenakan umat manusia sedang dalam bahaya para penyihir sihir elite pun langsung ditugaskan untuk melawan Tuntian Ha selaku monster dari alam iblis~

Namun sayang dikarenakan perbedaan kekuatan para penyihir elite pun sangat kualahan ketika melawan Tuntian Ha, diwaktu yang sama ketika para penyihir sedang baku hantam terdapat anak kecil yang sedang makan mie kremez dengan sangat santainya.

(anak ini bernama Wang Ling)

Melihat anak kecil yang sedang dalam bahaya salah satu penyihir elite bernama “Zhou Yi” pun langsung segera membawanya pergi, merasa sudah aman Zhou Yi pun segera kembali menuju ke medan pertempuran.

Namun ya tetap dikarenakan perbedaan kekuatan para penyihir elite pun dapat diratakan dengan sangat mudahnya, dikala Zhou Yi akan dieksekusi oleh monster kodok secara tiba-tiba Wang Ling pun mendadak datang yang hingga pada akhirnya monster kodok berhasil dikalahkan hanya dengan satu kali tendangan~*wayalah*

Wang Ling yang tidak ingin terlihat mencolok menyuruh Zhou Yi untuk mendeklarasikan bahwa dirinya atau Zhou Yi lah yang telah mengalahkan monster kodok secara sendirian~

Sejak saat itulah Zhou Yi selaku penyihir elite mendapatkan gelar pahlawan dikarenakan telah mengalahkan Tuntian Ha selaku monster kodok yang berasal dari alam iblis.

Seperti yang saya jelaskan diawal bahwa Wang Ling ini adalah reinkarnasi dari Raja Keabadian dimana sejak dari kecil dirinya sudah memiliki kekuatan yang sangat amat dasyat.

(kurang lebih seperti Anos Voldigoad selaku Raja Iblis pada anime Maou Gakuin no Futekigousha, buat yang belum nonton jangan lupa nanti ditonton ya)

Dikarenakan sejak dari bayi kekuatan Wang Ling tidaklah terbendung disini Ayahnya Wang Ling pun membuatkan sebuah jimat atau segel berfungsi untuk menekan atau menahan kekuatan Wang Ling untuk sementara waktu.

Disaat bersamaan ketika kekuatanya disegel segala emosi milik Wang Ling pun juga ikut menghilang, jadi Wang Ling ini gak bisa ngrasain sedih, emosi, cinta, dan sebagainya, terkecuali kalau segelnya itu rusak.

Wang Ling yang kini sudah dewasa memutuskan untuk bersekolah dan menikmati masa muda seperti orang pada umumnya, akan tetapi dihari pertama masuk sekolah Wang Ling langsung dipalak oleh preman sekolah.

Melihat akan hal itu “Sun Rong” selaku putri dari perusahaan ternama langsung segera mengusir para preman yang telah memalak Wang Ling dan sebagai ucapan terimakasih Wang Ling langsung memberikan uangnya kepada si Sung Rong~

(langsung pada diem kebingungan deh)

Seperti tradisi pada umumnya dihari pertama pihak sekolahan mengadakan ujian test akan kekuatan para muridnya dan sebagai objek ujian pihak sekolahan menggunakan Tuantian Ha selaku monster dari alam iblis untuk mengukur kekuatan.

Tek-tek-tek-tek-tek secara singkat setelah menjalani test kekuatan Wang Ling pun berada diposisi pertama dan untuk ranking ke-2 ditempati oleh Sung Rong selaku heroin pada seri anime ini.

Oh iya, dikarena saking dasyatnya kekuatan Wang Ling membuat objek ujian atau si Kodox pun seketika langsung menjadi musnah~

Seperti kebijakan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah setiap murid ranking atas akan ditempatkan pada kelas khusus atau kelas elite dan dihari pertama pelajaran para murid disuruh untuk memanggil sebuah roh yang ada disekitarnya.

Secara singkat disini para murid berhasil memanggil berbagai macam roh seperti rongkat sihir, figur anime, gacha tingkat ssr, dan juga anjing berwujud tengkorak.

Dan untuk Wang Ling meskipun dirinya telah menurunkan akan kekuatanya akan tetapi dirinya malah berhasil memanggil Tuntian Ha selaku monster kodok yang berasal dari alam iblis.

Tentu dong karena Tuntian Ha kini berwujud monster bukan objek ujian lagi wali kelasnya pun langsung segera mengubah Tuntian Ha menjadi seekor anjing.

(biar kekuatan aslinya tuh gak balik seperti dahulu kala lah)

Seperti tradisi setiap tahun ayahnya Wang Ling selalu mengganti jimat yang diletakan pada lehernya dan seperti yang saya bilang tadi bahwa selain kekuatanya tersegel seluruh emosi milik Wang Ling pun juga ikut tersegel.

Di hari pertama sekolah para murid langsung mencalonkan diri untuk menjadi ketua di kelasnya masing-masing, uniknya meskipun hanya sebatas ketua kelas akan tetapi para murid melakukan kampanye layaknya pemilihan pres—pemilihan ketua osis.

Salah satu orang yang mencalonkan diri menjadi ketua kelas yakni Sun Rong selaku putri dari perusahaan Buah Bunga Tirai.

Sedikit gambaran jadi perusahaan “Buah Bunga Tirai” itu mengelola dan menjual energi yang berasal dari alam, karena termasuk perusahaan besar maka keluarganya Sun Rong itu tergolong keluarga kaya raya.

Menggunakan kekuatan ekonomi keluarga Sun Rong menyuap para murid dengan cara membelikan mereka beberapa jajanan ringan, melihat akan hal itu dengan cepat Chen Chao dan juga Gu Hao pun langsung segera menentangnya.

“Kalau pemungutan suara itu mbok yang adil tanpa suap menyuap lah”

Sun Rong yang ingin memperoleh suara terbanyak langsung memikat para murid dengan kekuatan “Charm” miliknya tapi disini Wang Ling sama sekali tidak terkena efeknya ya.

[ Charm itu ibaratnya kek kekuatan hipnotis lah, dan barang siapa yang tekena efek charm maka orang itu akan suka dan akan melakukan apapun ketika disuruh oleh penguna efek charm, genjutsu lah~]

Namun meskipun tidak terkena efek Charm akan tetapi Wang Ling tetap akan mendukung Sun Rong, soalnya Wang Ling juga udah dapet Mie Kremez kesukaanya secara gratis.

Sebagai ucapan terimakasih Wang Ling juga memberikan Pil emas milikya kepada Sun Rong.

Bel masuk pun berbunyi kebetulan di hari-2 sekolah pak guru akan menjelaskan mengenai kekuatan Pesona atau kekuatan Charm, seperti yang saya jelaskan tadi bahwa secara sederhana Charm itu adalah kekuatan untuk memikat atau menghipnotis.

Ketika pak guru menjelaskan pelajaran disini Sun Rong memastikan kembali akan kekuatan Charm miliknya, diwaktu yang sama ketika Sun Rong sedang melihat-lihat Wang Ling pun ingin mengucapkan terimakasih atas Mie Kremeznya menggunakan bahasa isyarat.

Terjadi kesalahpahaman antara Wang Ling dan juga Sun Rong dimana sebuah pesan yang seharunya;

“Terimakasih atas Mie Kremeznya” justru malah menjadi

“Makanlah Pil Emas pemberianku tadi pagi”

Mengira bahwa pil emas itu dapat memberikan tambahan kekuatan ehh gak taunya pil emas itu berfungsi untuk melemahkan kekuatan~

Energi milik Sun Rong sudah terkuras banyak membuat efek charmnya pun juga ikut menghilang yang hingga pada akhirnya kini para murid telah kembali normal.

Diwaktu yang sama setelah menjelaskan pelajaran pak guru pun menunjuk Wang Ling untuk mempraktekan kekuatan Charm, dan karena kekuatan milik Wang Ling ini terlalu kuat membuat efek charm milik Sung Rong yang telah tersebar disekolahan pun menjadi hilang.

Dan malahan kini Sun Rong yang gantian terkena efek Charm milik Wang Ling ini~

(auto jadi istrinya deh kedepanya)

Pak guru yang sadar akan kekuatan dari Wang Ling langsung segera melaporkanya kepada kepala sekolah, ehh gak taunya ternyata kepala sekolahnya itu adalah Zhou Yi selaku orang yang pernah diselamatkan oleh Wang Ling.

(buat yang lupa ya silahkan simak ulang)

Hari pun berganti dikarenakan masih terkena efek charm membuat Sung Rong kini mulai menyukai Wang Ling, tidak ingin terlihat mencolok dengan cepat Wang Ling pun langsung menghilangkan efek charm itu.

Ehh gak taunya Sung Rong malah jadi semakin suka sama Wang Ling~

Terlepas dari itu mengingat hari ini terdapat pelajaran pembuatan pil sakti para murid pun lekas menyiapkan tengku untuk pembakaran, berbeda dengan murid lainya pasalnya disini Wang Ling malah menggunakan oven.

(dikira mau bikin kue apa)

Secara singkat disini guru menjelaskan tentang tata cara dalam pembuatan pil sakti, mulai dari mempersiapkan bahan, meracik, serta pembakaran untuk menyatukan memadatkan semua bahan.

Akibat terlalu besemangat membuat tengku milik Chen Chao pun jadi meledak, padahal tengku itu merupakan peninggalan dari leluhur atau mendiang kakeknya~

Proses pemadatan pil sakti membutuhkan waktu sekitar 7-jam (7-jam-an, bukan zaman) dan dari pada gabut disini bu guru memutuskan untuk melanjutkan pelajaran sekolah.

Dikala sepi, mengingat sebuah pil itu memiliki energi sihir yang kuat disini Tuntian Ha selaku monster kodok pun ingin memakan pil pada tengku milik Gu Hao untungnya saja hal itu langsung dicegah sama Wang Ling.

(di cuci deh tengkunya)

Tidak sengaja ketika berada di kamar mandi Wang Ling pun bertemu dengan Gu Haou, mengira bahwa Wang Ling telah mencuri tengkunya tanpa basi-basi lagi Gu Haou langsung segera menembaknya.

Ehh gak taunya tembakan itu malah kena Chen Chao selaku sahabat dekatnya~

Mengingat tembakan itu berisi racun berbahaya disini Gu Hao pun meminta Wang Ling untuk membantunya dalam membuat penawar, sedangkan untuk memadatkan obat penawar itu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 4-jaman (4-jam-an).

(padahal sebentar lagi kelas pembuatan pil sakti akan dimulai kembali)

Masih belum menyerah dalam membangkitkan kekuatanya Tuntian Ha pun masih berusaha untuk memakan pil sakti, dan tentunya melihat tengku kesayanganya mau dimakan dengan cepat Gu Hao pun langsung segera menyerangnya.

Baca juga: Nonton Anime Hataraku Maou-sama! Bahasa Indonesia

Diwaktu yang sama ketika terkena serangan tidak sengaja Gu Haou pun reflek mengeluarkan kekuatanya, dimana kekuatan itu yakni memanipulasi sebuah waktu entah itu mempercepat, memperlambat, atau menghentikan waktu.

Wang Ling dan Gu Hao yang sadar akan hal itu langsung menggunakan kekuatan Tuntian Ha untuk mempercepat pemadatan pil penawar racun, secara singkat berkat kekuatan milik Tuntian Ha meski dipaksa membuat pil penawar racun pun telah selesai dipadatkan.

Tentunya karena pil penawar sudah jadi kini nyawa milik Chen Chao pun bisa terselamatkan~

Hari pun menjadi sore setelah nyawa berhasil diselamatkan dan biar tidak kena masalah disini Wang Ling dan Gu Hao juga memperbaiki tenku milik leluhur keluarga dari Chen Chao.

Dikarenakan telah dibantu dalam menyelamatkan nyawa temanya Gu Hao yang tadinya sangat membenci Wang Ling kini telah menganggap Wang Ling sebagai sahabat sejatinya, begitu juga dengan Chen Cao.

(punya dua sahabat deh Wang Ling)

Hari pun beganti dikarenakan beberapa alasan terdapat suatu pihak yang menyewa assasin untuk membunuh Sun Rong.

(buat yang lupa Sun Rong adalah anak dari pemilik perusahaan Buah Bunga Tirai selaku perusahaan terbesar pada negara itu)

Tepat ketika assasin ingin membunuhnya secara tiba-tiba Sun Rong ini langsung berteriak, mengira bahwa keberadaan assasin telah ketahuan ehh gak taunya Sun Rong ini ngajak Wang Ling untuk pergi berkencan.

Tapi karena Wang Ling dipanggil oleh kepala sekolah membuat Sun Rong belum mendapatkan jawaban atas ajakan kencanya, tentunya karena Sun Rong merupakan wanita kawai dan juga terkenal seketika membuat media sosial heboh lantaran dirinya telah mengajak seorang pria pergi berkencan.

Disisi lain atau di ruang kepala sekolah, Wang Ling pun bertemu dengan “Zhou Yi” selaku orang yang pernah ia selamatkan dulu dan hingga saat ini Zhou Yi ini selalu mencari dimana Wang Ling berada.

(pengen ngucapin terimakasih lah)

Tidak ingin ribet dan masih ingin menyembunyikan akan kekuatan aslinya tanpa basi-basi lagi Wang Ling pun langsung menghapus ingatan sebesar 50% dari Zhou Yi ini~

Tepat ketika masuk ke kelas tidak sengaja Wang Ling bertemu dengan moster kodox, secara singkat Tuntian Ha pun bilang bahwa terdapat beberapa assasin yang sedang berusaha untuk membunuh Sun Rong.

Nahh agar supaya Sun Rong tetap aman maka mau tidak mau Wang Ling harus menerima ajakan kencan dari Sun Rong, dikarenakan keluarganya kaya disini Sun Rong menyewa penuh sebuah tempat bernama “Taman Surgawi” untuk mereka berdua berkencan!

Dikala jalan-jalan kesana kemari para assasin terus mencoba untuk membunuh Sun Rong namun sayang bahwa percobaan itu selalu digagalkan oleh Wang Ling.

Seperti peluru pistol yang digigit, ditiban sama kayu, ditiban batu dan lain sebagainya.

Agar supaya Sun Rong tenang Wang Ling juga selalu menghapus 50% ingatanya tepat ketika para assasin mencoba untuk membunuh Sun Rong, jadi seolah-olah tidak terjadi apa-apa lah.

Ketika hari menjadi gelap dan sebagai penutup kencan mereka berdua pun memutuskan untuk pergi naik kincir putar dan tentunya para assasin juga langsung mengikuti mereka berdua.

Melihat Wang Ling dalam bahaya Zhou Yi selaku kepala sekolah pun langsung segera memanggil pasukan sihir untuk berjaga-jaga, dikala suasana menjadi romantis sembari melihat kembang api disini Sun Rung pun ingin menyatakan akan perasaanya.

Namun sayang tepat beberapa saat kemudian para assasin segera datang menghampiri mereka berdua!

Tidak ingin melibatkan Wang Ling dalam bahaya disini Sun Rong pun langsung segera menyerahkan dirinya, melihat tekad dan ketulusan dari Sun Rong, Wang Ling pun langsung membantai para assasin tanpa basi-basi lagi.

Tentunya melihat kekuatan Wang Ling yang tidak bisa dinalar membuat Sun Rong pun langsung menjadi kaget, sebenarnya bisa saja Wang Ling menggunakan kekuatanya untuk mengapus ingatan.

Tapi setelah sadar bahwa Sun Rong itu benar-benar tulus Wang Ling pun tidak akan menghapus ingatanya dengan syarat bahwa Sun Rong harus berjanji untuk tidak memberitahu akan kekuatan Wang Ling yang sebenarnya~*anjays*

(setuju deh)

Ketika turun dari kincir putar mereka pun langsung disambut oleh kepala sekolah beserta para penyihir elit negara, agar supaya tidak terlihat mencolok lagi-lagi Wang Ling menyuruh Zhoui Yi untuk menyebarkan berita bahwa para penjahat itu telah dibereskan oleh Zhou Yi bukan Wang Ling.

(setuju deh)

Hari pun menjadi pagi mendapati surat dari “Pasukan Bayangan” yang berisikan akan membunuh Sun Rong , kepala sekolah pun langsung memanggil para aparat kemanan beserta penyihir elit negara untuk besiaga.

Agar supaya aman Sun Rong pun dianjurkan untuk bersembunyi di ruang kepala sekolah (mengingat keamanan pada ruangan itu sangatlah aman lah).

Namun sayang tidak semudah itu fergianti, meskipun sudah banyak aparat kemanaan tapi terdapat beberapa assasin yang telah berhasil menyusup tanpa diketahui, bahkan ceritanya para assasin ini dapat melumpuhkan pasukan keamanan dengan sangat mudahnya.

Dikarenakan ruang kepala sekolah itu dilindungi dengan sebuah sihir disini terdapat satu biji assasin yang ditugaskan untuk menjebol penghalang itu~

Mengingat para pasukan sudah rata disini Pak Wang selaku guru sejarah pun akhirnya ikut baku hantam, meski tubuhnya terlihat tidak meyakinkan namun siapa sangka pak Wang ini mampu memojokan semua lawanya.

(diam-diam overpower juga nih Pak Wang)

Diwaktu yang sama dikala Pak Wang baku hantam, paket mi Kremez kesukaan Wang Ling pun kini telah datang, dikarenakan Wang Ling itu overpower disini kepala sekolah pun mengijinkanya untuk mengambil paket Mie Kremez.

Dikala mengambil paket tidak sengaja Wang Ling pun melihat assasin yang ditugaskan untuk menjebol pelindung ruang kepala sekolah, pada umumnya atau seharusnya Assasin ini tidak bisa dilihat oleh orang biasa.

Namun karena Wang Ling itu overpower tidak sulit baginya untuk melihat semua hal yang ada di alam semesta, mengetahui bahwa dirinya sudah terlihat padahal seharusnya tidak terlihat dengan spontan assasin ini pun berniat untuk membunuh Wang Ling.

Tanpa basi-basi lagi sebuah sihir yang seharusnya digunakan untuk menjebol ruang kepala sekolah justru sihir itu malah digunakan untuk membunuh Wang Ling.

Tapi ya mengingat ini adalah Dewa Keabadian a.k.a Wang Ling bukanya terbunuh justru malah asassinnya yang mati akibat terkena pentalan dari sihirnya sendiri.

(jadi sihirnya tuh mantul lah)

Disisi lain masih haus akan energi sihir disini Tuntian Ha pun berniat memulihkan kekuatanya dengan cara memakan energi sihir dari para assasin, dan ketika para assasin sudah lemas akibat energi sihirnya habis para aparat keamana pun langsung segera menangkap mereka semua untuk diintrogasi.

Lagi-lagi karena tidak ingin mencolok disini Wang Ling menyuruh Zhou Yi untuk mendeklarasikan bahwa semua ini telah diatasi oleh dirinya beserta para petugas keamanan lainya.

(pura-pura pingsan deh biar gak pada curiga)

Hari pun berganti merasa khawatir karena Wang Ling pingsan meskipun hanya pura-pura, disini teman-temanya pun datang ke rumah untuk menjenguknya.

Agar supaya Wang Ling lekas sembuh, Sun Rong ingin memberikan sebuah suntikan dimana suntikan ini dipercaya dapat menyembuhkah segala penyakit dalam hitungan detik.

Dan benar saja saking ampuhnya sebelum disuntik Wang Ling pun langsung sembuh akibat dirinya takut sama jarum suntik~

Terlepas dari itu selain menjenguk mereka ditugaskan oleh pihak sekolah untuk memberikan gelang pengukur kekuatan, karena kebetulan sebentar lagi terdapat “Ujian Pengukuran Kekuatan Sihir”.

Secara singkat setelah melakukan test kekuatan Sun Rong berhasil menempati ranking 2 dan untuk juara-1 ditempati oleh Tang Jingze yang berasal dari sekolah fraksi 59.

Pada awalnya Tang Jingze senang karena dirinya menempati posisi pertama dan untuk posisi ke-2 ditempati oleh rival sedari kecil yakni Putri Sung Rong.

Namun semua itu berubah ketika Wang Ling melakukan test kekuatan dan berhasil menggeser posisi Tang Jingze sebagai juara pertama, bahkan saking dasyatnya tidak disebutkan pada ranking kekuatan Wang Ling itu berapa nominalnya.

(gak bisa diukur lah, auto emosi deh)

Seperti acara tahunan tepat setelah ujian tes kekuatan sihir pihak sekolahan akan mengadakan turnamen antar sekolah, kebetulan fraksi 60 atau sekolahanya Wang Ling akan melawan fraksi 59 atau sekolahanya Tang Jingze.

(dimana muridnya itu pada OP-OP)

Berbicara mengenai sejarah *asek bahas sejarah, ehem* dalam beberapa tahun terakhir fraksi 60 telah kalah sebanyak 23 kali dan seri 1 kali ketika melawan fraksi 59.

(gak pernah menang lah)

Beberapa hari sebelum turnamen fraksi 59 telah berlatih dengan keras untuk memenangkan pertandingan, mengingat lawan mereka adalah fraksi 60, Tang Jingze selaku peserta turnamen sangat percaya diri dalam memenangkan pertandingan kali ini.

Disini fraksi 60 mengajukan murid kelas 1 seperti Wang Ling, Sun Rong, Chen Chao, dan Guo Hao, mengingat untuk mengikuti turnamen dibutuhkan 5 anggota disini mereka juga mengikusertakan Tuntian Ha sebagai calon peserta.

Jika Tuntian Ha menang maka Zhou Yi berjanji akan melepaskan segel miliknya, tentunya setelah mendengar akan hal itu membuat semangat dari Tuntian Ha pun seketika langsung menjadi menggebu-gebu.

Tidak mau kalah disini fraksi 59 mengajukan murid bernama “He Bufeng” dimana beliau ini dapat menggunakan energi negatif dan memiliki sifat layaknya seorang wibu psikpth.

Tepat 1 hari sebelum turnamen Pak Wang melakukan Crosscheck mengenai pedang roh masing-masing peserta, sebenarnya disini Wang Ling tidak mau ikut serta karena jika Wang Ling menggunakan pedang roh aslinya besar kemungkinan dirinya bisa meratakan seluruh dunia.

Namun dikarenakan guru dan teman-temanya mengharapkan Wang Ling membuat dirinya terpaksa ikut serta dalam turnamen sekolahan kali ini~

FYI: pedang roh milik Wang Ling itu bernama “Jingke” dalam mitologi cina pedang ini terbuat dari langit dan bumi, ketika digunakan pada orang yang tepat besar kemungkinan pedang ini dapat menghancurkan dunia bahkan alam semesta.

Hari pun menjadi pagi dan hari ini mereka akan menuju ke sekolah fraksi 59 untuk mengikuti turnamen!

Diwaktu yang sama, Pasukan Bayangan juga ikut terlibat untuk menuntaskan misinya yakni membunuh Sun Rong namun kali ini Ketua Pasukan Bayangan yang terjun ke lapangan.

Tek-tek-tek-tek-tek-tek sesampai di sekolah fraksi 59 disini Wang Ling berniat untuk pura-pura sakit agar supaya dirinya tidak ikut serta dalam turnamen.

Kebetulan sebelum turnamen guru dari fraksi 59 melemparkan alat detektor sihir, untuk memanfaatkan hal ini Wang Ling pun pura-pura pingsan seolah-olah dirinya terkena santet sama guru fraksi 59.

Diwaktu yang sama karena segel sudah melemah terjadi ledakan dasyat tepat ketika Wang Ling pingsan, melihat pria yang disukai telah disakiti tepat didepan mata membuat Sung Rong pun seketika langsung menjadi emosi.

(langsung dihentikan deh)

Disisi lain melihat “He Bufeng” diatap sekolah para murid fraksi 59 mengira bahwa ledakan itu merupakan perbuatanya~

(dibawa ke uks deh)

Di ruang UKS ketika para perawat ingin mengobati, gak taunya tubuh Wang Ling sudah menghilang entah pergi ke kemana, sembari mencari jalan keluar Wang Ling pun menghubungi ayahnya untuk diantarkan jimat segel baru.

Dan tanpa basi-basi lagi ayahnya pun langsung segera mengatarkan segel itu~

Disisi lain sebelum turnamen dimulai murid fraksi 59 pun mengajak murid fraksi 60 untuk berkeliling sebentar, dan secara tiba-tiba munculah murid bernama He Bufeng yang langsung merayu Sun Rong menggunakan sebuah bunga.

Jika Sun Rong menerima bunganya maka tanpa pikir panjang He Bufeng akan membantu fraksi 60, ditambah lagi mengingat kekuatan He Bufeng itu menggunakan energi negatif tanpa diragukan lagi bahwa dirinya dapat menghancurkan lawan dengan sangat easy-peasy.

Chen Chao yang merasa terhina langsung segera menyerang He Bufeng tanpa basi-basi lagi, tak lama kemudian tangan milik Chen Chao pun langsung menghilang akibat terkena energi negatif.

Tepat ketika Chen Chao akan dieksekusi secara tiba-tiba Wang Ling pun langsung datang menuju ke lapangan, menggunakan kekuatanya Wang Ling dapat mengembalikan tangan milik Chen Chao yang telah hilang.

Tentunya melihat orang kuat tepat di depan mata, He Bufeng pun langsung spontan menyerang Wang Ling, namun karena segelnya rusak membuat Wang Ling hanya bisa terdiam ketika diserang oleh He Bufeng.

Tapi tak disangka meskipun terdiam ternyata Wang Ling telah merebut bunga dari He Bufeng dan langsung memberikan bunga itu kepada Sun Rong selaku pujaan hatinya~

Setelah perkenalan area sudah selesai mereka semua pun pergi beristirahat terlebih dahulu~

Seperti misinya, ketua pasukan bayangan pun mencoba untuk menyusup ke dalam sekolah ehh gak taunya dirinya malah bertemu dengan He Bufeng selaku wibu psikpth.

Untuk mengobati rasa sakit hati He Bufeng pun langsung menyatakan perasaan kepada ketua pasukan bayangan namun lagi-lagi bahwa pernyataan itu langsung segera ditolak.

Merasa emosi karena telah ditolak 2 kali, He Bufeng pun langsung memanggil murid ini dengan sebutan “Bibi”, He Bufeng sadar bahwa beliau ini bukanlah murid biasa.

Berdasarkan survey yang belum pernah dilakukan menyatakan bahwa wanita dibawah 30 tahun itu tidak suka dipanggil “bibi” tidak terkecuali bagi ketua pasukan bayangan.

Dengan membanggakan kekuatan negatifnya He Bufeng langsung menantang ketua pasukan bayangan untuk baku hantam, namun sayang bahwa energi negatif He Bufeng sangat lemah jika dibandingkan dengan energi negatif dari ketua pasukan bayangan.

Agar supaya misi berjalan lancar, ketua pasukan bayangan langsung menyamar sebagai He Bufeng, jadi disini ketua pasukan bayangan jadi He Bufeng ya~

Hari pun berganti dan hari ini turnamen antar sekolah akan segera dimulai, dengan memanfaatkan teknologi virtual-reality pihak sekolah akan menyelenggarakan turnamen di dunia virtual, biar para murid tuh bener-bener aman lah.

(bagi yang bingung dunia virtual itu seperti apa, mungkin bisa nonton anime SAO sebagai sumber referensi yak)

Nahh ketika ayahnya Wang Ling ingin memberikan jimat terbaru gak taunya Wang Ling telah terteleport ke dunia virtual untuk mengikuti turnamen~*wayalah*

(Apakah dunianya akan rusak? Mengingat jika tidak disegel kekuatan Wang Ling itu gak bisa dinalar?)

Sebelum turnamen dimulai disini saya akan menjelaskan secara singkat mengenai sistem atau peraturannya.

Jadi obyektif darit turnamen ini yakni melakukan “capture-area” atau menguasai spot area tertentu, terdapat 5-6 area yang harus dicapture atau dikuasai, dan untuk melakukan itu para peserta harus menancapkan pedang roh-nya ke tempat yang telah disediakan.

Sebenarnya Tang Jizeng tahu kalau He Bufeng itu bukanlah teman sekolahnya atau sadar kalau dia tuh bukan He Bufeng asli namun demi bisa memenangkan pertandingan Tang Jizeng tetap akan tutup mulut asalkan He Bufeng palsu mampu menenangkan pertandingan.

Tang Jizeng juga berjanji jikalau He Bufeng palsu bisa memenangkan pertandingan maka dirinya akan membantu tujuan dari He Bufeng (palsu).

Secara singkat padat dan jelas pada awalnya fraksi 60 hampir saja menguasai semua area akan tetapi setelah fraksi 59 menggabungkan kekuatan membuat kedudukan mereka hampir setara.

Dan bagian yang perlu di highlight yakni Gu Haou dibantu dengan pedang roh milik Sung Rong dapat membangkitkan burung Phonix atau burung api, dilanjut dengan Chen Chao yang mampu membangkitkan kekuatan tangan ilahi tepat ketika dirinya berhadapan dengan He Bufeng palsu.

Baca juga: Nonton Anime Kimi to Boku no Saigo no Senjou Season 1 Bahasa Indonesia

Dikarenakan kekuatan Chen Chao sangat merepotkan dan dari pada buang-buang waktu disini ketua pasukan bayangan pun menunjukan akan identitas yang sebenarnya.

Dan dengan sangat mudanya ketua pasukan bayangan pun dapat melumpuhkan Chen Chao bermodalkan satu kali serangan, dikarenakan pengganggu kini telah hilang tanpa basi-basi lagi Ketua Pasukan Bayangan pun langsung pergi ke tempat Sun Rong berada.

Disisi lain dikarenakan segelnya hampir saja hancur dengan cepat Tuntian Ha pun langsung menyerap seluruh energi yang keluar, karena jika tidak diserap maka sudah dipastikan area sekitar akan Hantod atau hancur total.

Sembari menuggu segelnya diganti Wang Ling pun menyuruh Tuntian Ha menyerap kekuatanya untuk sementara waktu~

(bergabung deh Tuntian Ha sama Wang Ling)

Tek-tek-tek-tek-tek secara singkat Wang Ling pun segera menuju ke area selanjutnya, dan untuk beberapa alasan Wang Ling meninggalkan Tuntian Ha sebagai pengecoh anggota tim lawanya, sementara dirinya akan pergi ke spot-spot lainya.

Jika Wang Ling berhasil mengcapture atau menguasai spot area ini maka sudah dipastikan fraksi 59 akan menang~

Namun anehnya ketika ingin mencapture perasaan Wang Ling ini seketika langsung menjadi campur aduk akibat memikirkan;

“Ohh begini toh rasanya berjuang bareng temen”.

Karena ya bagaimana pun ketika segel terpasang tidak hanya kekuatan sihirnya saja yang disegel melainkan seluruh perasaan, nafsu, dan segala emosi pun juga ikut tersegel.

Semakin Wang Ling memikirkan temanya maka segelnya pun akan semakin rusak ditambah lagi saat ini Tuntian Ha sedang mengecoh lawan jadi akan sangat berbahaya jikalau kekuatan Wang Ling lepas kendali disini.

Ketika segelnya hampir saja rusak secara tiba-tiba Sun Rong pun langsung datang untuk menancapkan pedang~

Dengan begini kemenangan telah diraih oleh fraksi 59, namun sayang ketika ingin selebrasi sampai lupa kalau lawanya adalah r....

Namun sayang ketika ingin melakukan selebrasi ketua pasukan bayangan pun menghantam Sun Rong menggunakan “jurus raga” yang dapat mengeluarkan jiwa seseorang dari dalam tubuhnya.

Dan barang siapa saja yang terkena jurus itu maka sudah dipastikan jiwanya akan hilang atau dengan kata lain akan meninggal dunia~

Tentu dong melihat wanita pujaan hati terbunuh tepat di depan mata seketika membuat Wang Ling pun langsung menjadi emosi menghancurkan segel yang berada tepat pada bagian leher belakang.

Dengan spontan biar dunianya aman Tuntian Ha atau monster kodok langsung menghentikan pergerakan waktu, namun kekuatan Wang Ling yang begitu besar ditambah segel sudah hancur mampu menghancurkan realita dan melampaui segala hukum alam semesta.

(udah kek Anos Voldigoad aja pokoknya)

Tanpa basi-basi lagi karena udah emosi Wang Ling pun langsung menghajar ketua pasukan bayangan secara membaby brutal, saking brutalnya membuat area sekitar menjadi hancur lembur.

Untungnya berkat kekuatan Tuntian Ha yakni menghentikan waktu membuat area diluar dunia virtual hanya menerima sedikit efek kerusakan.

(ya meskipun tetep rusak tapi tidak separah di dunia virtual)

Tepat ketika Wang Ling ingin mengekseuksi ketua pasukan bayangan dirinya pun langsung sadar bahwa perbuatan yang telah ia lakukan tidak dapat membuat Sun Rong hidup kembali.

(buang-buang waktu lah, mendingan nyari solusi buat hidupin Sun Rong)

Meskipun Wang Ling memiliki dijuluki sebagai “Dewa Keabadian” sekaligus memiliki kekuatan yang dapat melampaui para dewa namun berbicara mengenai kematiann Wang Ling tidak bisa berbuat apa-apa.

Merasa frustasi akan hal itu disini Wang Ling pun berniat untuk menulis kembali dunia dengan cara mencari garis waktu atau dimensi tepat dimana Sun Rong masih hidup.

Tuntian Ha pun menjelaskan;

“Jika Wang Ling nekat mencari garis waktu atau dimensi dimana Sun Rong masih hidup maka konsekuensinya adalah dunia yang ditinggali saat ini bisa hancur total”

Kenapa? Karena merubah masalalu atau kembali ke masalalu itu menentang hukum alam, gak boleh diubah lah intinya!

Namun demi bertemu dengan Sun Rong kembali Wang Ling pun tidak perduli meskipun dunianya bakal hancur total, menggunakan seluruh kekuatanya dibantu dengan Tuntian Ha mereka berdua pun mulai untuk berjelajah waktu~

Disisi lain setelah mati arwah milik Sun Rong pun kini telah sampai di alam baka, mengetahui bahwa Sun Rong itu bermarga “Sun” yang dimana saya gak tau dia itu siapa sekaligus merupakan pacarnya Wang Ling selaku eksistensi melebih dewa membuat raja alam baka pun qtar-qtir dibuatnya.

Dan daripada ke-3 alam meliputi surga, dunia, dan alam baka hancur maka alangkah baiknya arwah milik Sun Rong ini dikembalikan lagi ke dalam tubuhnya, secara singkat setelah dikembaliin kini Sun Rong pun telah hidup kembali~

Namun sayang meski sudah hidup saat ini Wang Ling sudah terlanjur pergi menjelajahi waktu, untuk menghentikan Wang Ling pedang roh menyarankan untuk menebas Wang Ling menggunakan tubuhnya (wujud pedang masksudnya).

Nahh mengetahui bahwa Wang Ling rela menghancurkan dunia demi dirinya tanpa basi-basi lagi Sun Rong pun langsung segera menebas Wang Ling.

Tek-tek-tek-tek-tek secara singkat dengan menggabungkan kekuatan antara Sun Rong dan pedang roh kini mereka berdua pun dapat menghentikan Wang Ling~

Terlepas dari itu mengingat Wang Ling terlalu brutal dalam mengeluarkan kekuatanya membuat dunia yang ditinggali kini sudah hancur total.

Untungnya saja sebelum menyadarkan Wang Ling, pedang roh-nya telah memotong celah dimensi dimana celah tersebut dapat digunakan untuk kembali ke masalalu, tapi ada tapinya nih.

Jika Wang Ling pergi ke masalalu tepat sebelum Sun Rong diserang atau masih hidup maka hanya Wang Ling saja yang tahu tentang semua kejadian yang telah terjadi.

Dan selamanya Sun Rong gak bakal tahu kalau Wang Ling tuh rela menghancurkan alam semesta demi dirinya lah, akan tetapi Sun Rong percaya bahwa rasa cintanya kepada Wang Ling dapat melampaui ruang dan waktu.

Mungkin saja disuatu hari nanti seluruh ingatan Sun Rong dimasa depan akan terkirim ke Sun Rong di masa sekarang.

(pergi deh ke masa lalu)

Nahh agar supaya kejadian suram tidak terjadi kembali, disini Wang Ling langsung menghantam ketua pasukan bayangan dari jauh, dan karena ketua pasukan bayangan lagi knock-up membuat rencana dalam membunuh Sun Rong pun jadi gagal total.

Cerita berakhir ketika ayahnya Wang Ling memberikan segel terbaru sekaligus diakhiri dengan kemangan Fraksi 59 atau sekolahnya Wan Ling.

Terlepas dari itu mengingat Tuntian Ha telah menyerap sebagaian besar kekuatan dari Wang Ling apakah dirinya akan menghancurkan dunia dan baku hantam kembali?

Jawaban itu akan kalian temukan pada season ke-2 nanti, dimana pada season 2 dunia yang ditinggali oleh Wang Ling akan diserang oleh raja iblis dan cerita diakhiri dengan aksi baku hantam antara Wang Ling dengan raja iblis.

Oke mungkin itu saja pembahasan mengenai Nonton Anime The Daily Life of the Immortal King Bahasa Indonesia, sampai bertemu dikesempatan selanjutnya, stay kerad and keep kalem, akhir kata sampai jumpa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Tukar Pulsa Jadi Uang

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel