-->

Apa Perbedaan Investasi dan Trading Dalam Pasar Modal

Mungkin dikalangan investor masih bingung tentang perbedaan Investasi dan Trading pada jual beli saham maupun produk di pasar modal lainya.

Perbedaan Investasi dan Trading

Pada pasar modal terdapat banyak produk yang dapat kita beli baik secara online melalui internet maupun membeli offline ke sekuritas maupun ke perusahaanya langsung.

Beberapa produk pasar modal yang sering kita dengar mungkin adalah Saham, Reksa Dana, dan juga Obligasi, ketiga produk tersebut dipercaya adalah produk investasi yang dapat digunakan untuk meraup keutungan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Tentu karena instrumen investasi sangat diminati oleh banyak orang membuat para agen maupun broker mulai mengiklankan produk mereka dengan ajakan “Investasi-lah sejak dini”.

Namun pada kenyataanya secara tidak langsung agen tersebut mengajak penggunanya untuk melakukan trading bukan berinvestasi, loh emangnya beda?


Meskipun trading dan juga investasi memiliki tujuan yang sama yakni menjual ketika tujuan sudah terpenuhi (profit) namun terdapat perbedaan dari kedua istilah tersebut.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pengertian dari investasi dan juga trading pada saham maupun produk yang ada dipasar modal lainya.


Apa Itu Investasi

Investasi adalah sebuah aktivitas menyimpan atau mengalokasikan dana pada suatu instrumen investasi dengan harapan akan mendapatkan keutungan dalam waktu yang telah ditentukan.

(Investor adalah sebutan untuk orang yang telah berinvestasi)


Apa Itu Trading

Trading adalah kegiatan membeli saham/produk pada harga yang rendah dan menjualnya ketika harga tinggi (naik), hal ini bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan selisih harga jual dan beli pada suatu produk (capital gain).

Dengan memanfaatkan Capital Gain atau fluktuasi harga, para trader bisa mendapatkan keutungan dalam waktu yang sangat singkat.

(Trader sebutan orang yang melakukan trading).


Perbedaan Trading dan Investasi

Investasi sama halnya seperti menabung, namun Trading bisa dibilang sama seperti orang jualan (membeli produk dengan murah, dan menjual dengan menaikan harga).

Trading saham biasanya tidak terlalu memperdulikan kualitas dari suatu perusahaan, asalkan harga murah dan berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat maka para trader ini langsung membeli saham tersebut dan menjualnya ketika mengalami kenaikan harga.

Baca juga: Pengalaman dan Cara Investasi Reksa Dana di Bibit

Untuk melakukan investasi biasanya para investor melakukan analisa Fundamental pada seuatu perusahaan, apakah dalam waktu 1-5 tahun kedepan perusahaan memiliki prospek cerah? apakah bisa bertahan dari perusahaan kompetitornya? dan lain sebagainya.

Secara sederhana perbedaan antara trading dan juga investasi terletak pada jangka waktu penjualan, investasi (jangka panjang/long-terms) sedangkan trading (jangka pendek/short-terms).

Analogi sederhana:

Contoh A:
Pak Wirman merupakan seseorang yang sangat teliti dalam memperhatikan kualitas suatu produk, pada suatu hari pak Wirman ingin membeli beberapa ekor sapi untuk dikembangkan secara mandiri.

Pada toko sapi pak Wirman melihat 5 sapi yang sangat sehat namun harganya tinggi, dan juga 10 sapi dengan harga murah namun kondisi sapi tersebut kurang sehat.

Meskipun harganya lebih tinggi atau mahal, pak Wirman membeli 5 sapi yang sehat daripada membeli dengan harga murah namun mendapatkan 10 sapi yang kurang sehat.

Alasan kenapa pak Wirman membeli sapi dengan harga tinggi namun sehat yakni pak Wirman telah memperhitungkan bahwa sapi yang ia beli akan mampu bertahan hingga 1-5 tahun kedepan.

Tentu ketika pak Wirman memelihara selama 1-5 tahun, sapi tersebut akan bertambah besar dan dapat dijual dengan harga lebih tinggi dari awal pembelian.

Contoh B:
Karena sebentar lagi harga sapi akan mahal, tanpa memperdulikan kondisi/kesehatan sapi, Pak Rojali langsung membeli 10 sapi dari para peternak.

Diperkirakan sapi tersebut hanya akan bertahan kurang dari 1 tahun saja (karena udah tua), namun karena pak Rojali akan menjualnya bulan depan maka umur dari sapi tersebut tidak terlalu diutamakan.

Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa Contoh A merupakan prinsip Investasi (jangka panjang), sedangkan Contoh B merupakan prinsip trading (jangka pendek).

Baca juga: Cara Investasi dan Beli Emas Secara Online, Aman dan Mudah!

Tujuan sama yakni mencari keutungan, namun perbedaan terletak pada jangka waktu penjualan saja, atau secara sederhana:

Investasi adalah menabung.
Trading adalah jual beli.

Masih bingung letak perbedaanya? Silahkan simak kesimpulan dibawah ini,


Kesimpulan

Mungkin jika disederhanakan perbedaan antara trading dan investasi seperti tabel dibawah ini:
Investasi Trading
Prinsip Beli dan Simpan (Buy & Hold) atau menabung. Beli dan Jual (Buy & Sell) atau seperti penjual barang.
Durasi waktu Jangka panjang (1 tahun keatas) Jangka pendek (kurang dari 1 tahun)
Strategi Fundamental perusahaan/produk yang baik atau menjanjikan. Harga saham/produk yang diyakini dalam waktu dekat akan mengalami kenaikan harga.
Keutungan Dividen & selisih harga Selisih harga

Jika ditanya bagusan trading atau investasi? Jawabanya tergantung kebutuhan Anda masing-masing.

Investasi jika ingin menabung, namun jika ingin memperoleh profit dengan waktu yang singkat ya silahkan belajar untuk trading.

Perlu diperhatikan, meskipun trading terdengar seperti jual beli barang pada umumnya namun tetap dibutuhkan kemampuan untuk menganalisa pergerakan harga saham/produk seperti menggunakan metode Analisa Teknikal.

Oke mungkin itu saja pembahasan mengenai perbedaan investasi dan trading dalam saham atau produk pasar modal lainya, sampai bertemu dikesempatan selanjutnya, stay kerad and keep kalem, akhir kata sampai jumpa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Tukar Pulsa Jadi Uang

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel